Connect with us

NASIONAL

Penambahan Kosakata Kamus Bahasa Indonesia Lamban

Published

on

Kabid Pengembangan dan Pelindungan Badan Bahasa Kemendikbud, Dora Amalia.

Zone.co.id, Palembang – Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan penambahan kosakata kamus besar bahasa Indonesia lamban.

“Berdasarkan data, jumlah kosakata bahasa Indonesia dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pada 2008 tercatat 90 ribu kosakata, kemudian dalam KBBI edisi V yang diluncurkan pada 2016 berkembang menjadi 108 ribu kosakata, dan hingga Agustus 2018 ini telah bertambah 1.000 kosakata atau menjadi 109 ribu kosakata,” kata Kabid Pengembangan dan Pelindungan Badan Bahasa Kemendikbud, Dora Amalia ketika berkunjung ke Balai Bahasa Sumatera Selatan, di Palembang, Jumat (31/8/2018).

Dia menjelaskan, melihat data penambahan kosakata dalam KBBI tersebut tergolong lamban, pihaknya berupaya menggalakkan program yang dapat membangkitkan partisipasi masyarakat memberikan usulan kosakata dari bahasa daerah yang bisa dimasukkan ke kosakata KBBI.

Program pengayaan kosakata bahasa Indonesia yang digalakkan pihaknya akhir-akhir ini diharapkan mendapat dukungan dari semua lapisan masyarakat sehingga bisa mempercepat penambahan lema KBBI.

“Jumlah kosakata KBBI masih sedikit jika dibandingkan dengan kamus bahasa Inggris yang mencapai satu juta kosakata,” ujarnya.

Menurut dia, untuk melakukan pengayaan kosakata KBBI, pihaknya mengajak masyarakat memanfaatkan aplikasi pemutakhiran kosakata.

Pusat Pengembangan dan Pelindungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Badan Bahasa Kemendikbud.

Dukungan masyarakat seperti Kota Palembang dan daerah Sumsel lainnya yang memiliki beragam bahasa daerah dapat mempercepat pengayaan kosakata bahasa Indonesia.

“Kegiatan pemutakhiran kosakata KBBI yang bahannya deperoleh dari masukan masyarakat dan hasil proses diskusi, dilakukan dua kali dalam setahun yakni pada April dan Oktober,” ujar Dora.

Sementara Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Badan Bahasa Kemendikbud, Urip Danu Ismadi pada acara Diseminasi Program Pengayaan Kosakata Bahasa Indonesia, di Palembang, Kamis (30/8) menyebutkan bahwa pihaknya mengupayakan pengembangan kosakata KBBI untuk mengimbangi perkembangan kosakata dalam pergaulan masyarakat.

“Kosakata dalam kamus bahasa perlu terus bertambah, setelah dibuat tidak boleh berhenti pengayaannya karena untuk dinamisasi perkembangan bahasa yang terjadi dalam kehidupan masyarakat,” ujar Urip. (yud)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

NASIONAL

#TangkapPrabowo Trending Topik, Gerindra : Kami Melihat Ada Upaya Penggiringan Opini yang Mendiskreditkan Prabowo

Published

on

Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.

Zone.co.id, Jakarta – Akun media sosial Twitter Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menanggapi tagar #TangkapPrabowo yang kini jadi trending topik di Twitter zona Indonesia dan nomor lima di zona dunia.

Partai Gerindra menilai dalam hal ini, ada upaya menggiring opini yang bertujuan untuk menjelekkan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

“Kami juga sudah melihat adanya upaya penggiringan opini aksi damai ini agar terlihat menjadi aksi yang meresahkan dengan tujuan akhir mendiskreditkan Pak @prabowo. #DukungPRABOWO,” kata @gerindra, Rabu (22/5/2019).

Kemudian, seperti yang dipantau AKURAT.CO, tweet itu banyak ditanggapi pendukung Prabowo Subianto. Warganet mengaku akan terus mendukung calon presiden nomor urut 02 di Pemilu 2019 ini.

“Jangan menyerah min kami tak akan pernah meninggalkan beliau,” tambah @wahyujkt73.

“Berani tangkap Pak Prabowo, berarti bukan meredam gejolak, tapi malah menyulut kemarahan rakyat,” kata @oeranggaroet303.

Diketahui, warganet kini menilai Prabowo Subianto yang menyebabkan terjadinya bentrok di Jakarta sejak, Selasa (21/5/2019) kemarin. Asumsi itu dilontarkan warganet disertai tagar #TangkapPRABOWO.

Prabowo Subianto dinilai memprovokasi pendukungnya untuk turun ke jalan dan melakukan berbagai kegiatan. Adapun tercatat hingga pukul 09.00 WIB sudah ada 6 korban jiwa akibat bentrokan di Jakarta. (*)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JAKARTA

Kutuk Kekerasan Fisik, Prabowo Minta Semua Pihak Menahan Diri

Published

on

Calon Presiden RI 2019, Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno dalam konferensi pers di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (22/5/2019).

Zone.co.id, Jakarta – Paslon nomo rurut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengucapkan duka mendalam atas meninggalnya enam orang dan terlukanaya ratusan masyarakat yang menjadi korban kekerasan di kawasan Jakarta Pusat, Selasa, 21 Mei 2019 malam.

“Innalillahi wainnailaihi rajiun, kami mengucapkan belasungkawa atas meniggalnya 6 orang dan terlukanya ratusan masyarakat yang menjadi korban kekerasan pada malam hari dan dini hari yang baru lalu,” kata Prabowo dalam konferensi pers di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 22 Mei 2019.

Prabowo mengatakan, pihaknya mendukung seluruh uapaya masyarakat menggunakan hak konstitusionalnya dengan damai, tanpa kekerasan, dalam perjuangan politik. Ia juga meminta semua pihak, termasuk kepolisian dan TNI untuk menahan diri agar tidak melakukan kekerasan fisik.

“Termasuk kepada seluruh pejabat publik, kepolisian, politisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, netizen dan seluruh anak bangsa untuk menghindari kekerasan verbal pun yang dapat memprovokasi, apa lagi di bulan Ramadhan yang baik dan suci ini,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowoi juga meminta peristiwa kekerasan yang telah mencoreng martabat dan marwah bangsa Indonesia tidak terjadi lagi. Prabowo khawatir, laku kekerasan akan merusak rajutan dan anyaman kebangsaan kita dan sulit untuk dirangkai kembali.

Kepada Tuhan, Prabowo berdoa agar kemanunggalan TNI, Polri dan rakyat senantiasa terjaga dan tidak digunakan sebagai alat kekuasaan.

“Adik-adikku para pejabat dan petugas TNI Polri yang masih aktif, saya mohon kita ingat bersama, seragam, makanan, dan senjata yang anda sekarang gunakan dibiayai oleh rakyat. Saudara-saudara adalah milik rakyat semuanya. Janganlah sekali-kali menyakiti hati rakyat. Apa lagi memukul dan menembak rakyat kita sendiri. Mari sama-sama menjaga agar rakyat tetap damai bergembira,” kata Prabowo.

Kepada para pendukung dan simpatisannya, Prabowo meminta agar tetap menyampaikan aspirasi tanpa menggunakan kekerasan fisik, berlaku sopan dan santun serta menghormati pejabat-pejabat penegak hukum.

“Memang berat, saya memahami. Tapi saya tegaskan kembali, seandainya ada salah paham dan saudara dipukul, jangan dipukul balas. Ini berat. Apapun yang terjadi, demi negara bangsa, demi seluruh umat semua agama, hindari kekerasan,” ucap Prabowo. (tim)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JAKARTA

Tolak Rekapitulasi Pilpres 2019, Paslon 02 akan Tempuh Jalur Hukum

Published

on

Calon Presiden RI 2019, Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno dalam konferensi pers di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2019).

Zone.co.id, Jakarta – Paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno menolak hasil Pilpres 2019 yang ditetapkan KPU. Prabowo menilai kontestasi demokrasi berlangsung penuh kecurangan.

“Kami pihak pasangan calon 02 tidak akan menerima hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh KPU selama penghitungan tersebut bersumber pada kecurangan,” kata Prabowo dalam konferensi pers di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 21 Mei 2019.

Prabowo mengatakan, pihaknya kecewa lantaran KPU tidak melakukan upaya perbaikan atas berbagai kesalahan dalam seluruh proses pemilu. Sehingga tidak tercermin hasil pemilu yang jujur dan adil.

Di samping itu, pihak paslon 02 juga merasa pengumuman rekepaitulasi hasil Pilpres oleh KPU dilaksanakan pada waktu yang janggal di luar kebiasaan. 

“Kami juga telah memberi kesempatan kepada KPU untuk memperbaiki seluruh proses sehingga benar-benar mencerminkan hasil pemilu yang jujur dan adil. Namun hingga pada saat terakhir tidak ada upaya yang dilakukan oleh KPU untuk memperbaiki proses tersebut,” ucap Prabowo.

Prabowo menambahkan, pihaknya akan terus menempuh upaya hukum dan konstitusional dalam rangka membela kedaulatan rakyat yang hak-hak konstitusinya dirampas pada pemilu 2019 ini.

Kepada seluruh komponen masyarakat, relawan, pendukung dan simpatisan paslon 02, Prabowo menyerukan untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban umum serta selalu menjaga agar aksi-aksi menyampaikan pendapat di depan umum selalu dilaksanakan dengan damai, berakhklak, dan konstitusional. 

“Bahwa ada upaya hukum dan upaya konstitusional lainnya, itu akan kami laksanakan untuk membuktikan kepada rakyat bahwa kita sungguh-sungguh benar-benar menjunjung tinggi kehidupan hukum dan kehidupan demokrasi,” kata Prabowo. (ver)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending