Connect with us

FASHION

Lima Kiat Memilih Sepatu Bot

Published

on

Bot adalah sepatu yang bisa digunakan untuk kegiatan di dalam dan di luar ruangan.

Zone.co.id, Jakarta – Sepatu bot, yang disebut jadi tren tahun ini, bisa jadi pilihan gaya baru untuk penampilan Anda pada 2019.

Bot adalah sepatu yang bisa dipadupadankan dengan berbagai gaya pakaian, baik kasual maupun formal.

Tertarik untuk menambah bot ke dalam koleksi sepatu di rumah? Berikut lima kiat memilih sepatu bot seperti dikutip dari keterangan resmi Timberland, Rabu (9/1/2019).

1. Ukuran yang tepat

Ukurlah panjang, lebar, dan lengkungan kedua kaki karena ukuran kanan dan kiri tidak selalu identik. Selain itu, sebaiknya Anda mencoba dan membeli sepatu pada sore atau malam hari karena setelah beraktivitas seharian, ukuran kaki akan sedikit membesar. Terakhir, gunakan kaus kaki saat mencoba bot untuk memastikan sepatu tetap nyaman walaupun dilapisi kaus kaki tebal.

2. Sol yang nyaman

Sol adalah bagian dalam sepatu yang menyentuh telapak kaki. Sol yang bagus menyangga setiap bagian dari kaki namun tetap fleksibel mengikuti gerakan kaki.

Saat mencoba sepasang bot, berjalanlah di sekitar toko agar bisa merasakan seberapa nyaman kaki saat bergerak.

Selain berjalan, berdirilah di ujung jari kaki untuk mengetahui apakah jari-jari kaki mempunyai cukup ruang untuk merenggang keluar atau malah terbentur di ujung dan atas sepatu.

Kemudian, naikkan tumit seakan mau naik tangga untuk mengetes apakah tumitmu bergeser-geser di dalam sepatu. Bot yang bagus akan mencengkeram tumit dengan pas agar bisa berjalan dengan nyaman.

3. Tes kelenturan

Anda juga harus mengetes kelenturan bagian luar dan atas bot karena karena ini akan mempengaruhi kenyamanan. Tes bisa dilakukan dalam empat cara, yaitu menekuk toebox alias bagian depan sepatu dimana jari-jari berada, ke atas.

Bot harus cukup fleksibel untuk menekuk sedikit, tapi tidak sampai setengah sepatu.

Periksa juga apakah ada penyangga untuk bagian lengkungan kaki dan selalu pilih bot yang mempunyai hak yang lebar dan tebal karena ini akan membantu menjaga keseimbangan.

4. Bagian luar tahan air

Bot adalah sepatu yang bisa digunakan untuk kegiatan di dalam dan di luar ruangan. Kalau Anda banyak beraktivitas di luar ruangan, pastikan pilih bot yang bagian luarnya tahan air.

Bahan tahan air ini akan memungkinkan Anda untuk menggunakan bot dalam cuaca apa pun, baik saat cerah atau hujan. Keliman sepatu juga harus rapat untuk semakin melindungi kaki dari basah dan lembap.

5. Terbuat dari kulit atau sintetis

Bot umumnya terbuat dari kulit, seperti full-grain atau nubuck, atau bahan sintetis, termasuk bahan berteknologi tinggi seperti Cordura yang tahan dari goresan.

Bahan kulit lama-lama akan menyesuaikan dengan kaki tapi perawatannya harus lebih seksama supaya tidak kering dan pecah. Sementara itu, bahan sintetis lebih mudah dirawat tapi tidak akan seelegan sepatu bot klasik. (nan)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FASHION

Rok Mini Jadi Tren Lagi

Published

on

Rok mini mungkin dianggap lebih sebagai tren anak muda, tetapi ada tanda-tanda bahwa rok tersebut diminati oleh segala usia.

Zone.co.id, Jakarta – Setelah rok midi dan maxi (panjang) mendominasi pasar fesyen selama bermusim-musim, kini giliran rok mini yang menjadi tren

Seperti dikutip dari Guardian, Senin (22/4/2019), retailer online Asos musim ini menyediakan 165 pilihan rok mini, sedangkan Topshop dilaporkan mendapat kenaikan hingga 106 persen untuk pencarian item tersebut.

Topshop pun akhirnya memendekkan keliman salah satu rok yang menjadi gaya paling populer miliknya

“Kami mengharapkan rok mini versi terlaris kami menjadi favorit musim ini,” kata Anthony Cuthbertson, direktur desain global di Topshop.

Transisi midi-ke-mini juga merambah ke atas catwalk. Burberry memamerkan rok mini bermotif sapi, lengkap dengan sanggurdi, di atas catwalk dalam koleksi SS19-nya, sementara Chanel menampilkan rok sebagai bagian dari set terkoordinasi yang bertuliskan nama labelnya.

Tren fesyen ini kembali menjadi pusat perhatian, sebagian karena pameran V&A tentang Mary Quant, yang dibuka bulan ini di London. Perancang era 1960-an itu yang akhirnya mempopulerkan rok mini.

“Ada sesuatu yang secara inheren optimis saat mengenakan rok mini, yang mungkin menjelaskan mengapa rok mini kembali jadi tren,” kata Ellie Pithers, editor fitur mode di British Vogue.

“Rok mini memberikan kesan semangat muda, namun bukan berarti Anda tidak bisa memakainya jika Anda sudah berumur, Anda hanya perlu percaya diri untuk memakainya,” ujarnya.

Rok mini mungkin dianggap lebih sebagai tren anak muda, tetapi ada tanda-tanda bahwa rok tersebut diminati oleh segala usia.

Emma Bunton, 43, penyanyi Spice Girls, baru-baru ini mengenakan mini kulit hitam sambil mempromosikan album barunya dan Gwen Stefani, 49, keluar mengenakan denim dengan celana ketat jala ikan di Los Angeles.

Jauh dari sirkuit selebriti, anggota parlemen Konservatif Andrea Leadsom, 55, telah mengenakan rok kulit hitam di atas lutut, dan pembawa acara TV Caroline Flack, 39, memilih satu dengan denim, dipasangkan dengan sepatu bot hitam.

Rok mini melawan gravitasi industri fesyen baru-baru ini yang justru mengarah ke “modest” fesyen yang lebih menyukai bentuk hemline panjang dan bentuk yang lebih longgar, demikian seperti dilansir Guardian. (ida)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

FASHION

Pesona Betawi di “Milan Design Week”

Published

on

Partisipasi DKI Jakarta di Milan Design Week merupakan dukungan Pemprov DKI terhadap industri kreatif sekaligus melestarikan warisan budaya tradisional.

Zone.co.id, London – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bekerja sama dengan Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) menampilkan karya kreatif dari para seniman dan perancang Indonesia di pameran Superdesign Show dalam “Milan Design Week”, pekan pameran berbagai jenis karya dan rancangan terkemuka di dunia, di kota Milan, Italia dari 7-14 April mendatang.

Sekretaris Pertama Pensosbud KBRI Roma, Veronika Vonny Handayani di London, Kamis (11/4/2019) mengatakan, pameran berjudul Essential Jakarta menghadirkan berbagai jenis karya rancangan kontemporer berupa busana, furnitur, tarian dipadukan dengan video mapping, dan videografi dikurasi ICAD, dengan kurator Diana Nazir dan Itjuk.

Ragam karya ini mengambil inspirasi dari delapan ikon Betawi, seperti Ondel-ondel, Kembang Kelapa, Gigi Balang, Baju Sadariah dan Kebaya Kerancang, Batik Betawi, Kerak Telor dan Bir Pletok. Menempati lahan seluas 175m2, stand Jakarta dirancang menyerupai bentuk Kembang Goyang, kue khas dari Betawi.

Selain tampilan karya, ada pula pertunjukan tarian tradisional dan suguhan makanan kecil maupun kue dan kudapan tradisional yang menarik perhatian pengunjung.

Furnitur karya Junianto berupa kursi kayu dengan jalinan rotan berbentuk lengkungan asimetris, diberi nama “Ciliwung Chair” mengambil tema sungai Ciliwung. Bagi Junanto, kursi Betawi menceritakan sejarah dan proses evolusi desain sejak jaman kolonial.

Sementara itu, Eldwin Pradipta membuat instalasi karya berupa topeng Betawi yang dipadukan dengan teknik video mapping sebagai latar belakang dari tarian Betawi, yang menjadikan seni pertunjukan lebih hidup untuk memberikan ilustrasi keragaman dan proses akulturasi masyarakat Betawi.

Ada pula busana tradisional karya Felicia Budi yang memadukan warisan budaya dengan modernitas kaum urban dalam karya Kebaya Kerancang bagi perempuan dan Baju Sadariah bagi kaum pria.

Para pengunjung yang terdiri dari undangan khusus, komunitas desain, media maupun masyarakat umum banyak yang menyukai karya yang ditampilkan di stand Indonesia. Gisella Borioli, Direktur dari Superstudio mengatakan, paviliun Indonesia sangat menarik dan berwarna dengan pemanfaatan lahan yang sangat baik.

“Saya memiliki impresi yang kuat dan positif dengan apa yang ditampilkan Indonesia, yaitu budaya tradisionalnya yg dikemas dalam tampilan kontemporer,” ujar Gisella.

Mewakili Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Sherly Yuliana, menjelaskan, partisipasi DKI Jakarta di Milan Design Week merupakan dukungan Pemprov DKI terhadap industri kreatif sekaligus melestarikan warisan budaya tradisional serta mempromosikannya ke kancah internasional.

“Ini adalah untuk pertama kalinya Jakarta melakukan promosi industri kreatif sekaligus budaya ke Eropa,” ujarnya.

Minister Counsellor Pensosbud KBRI Roma, Charles Hutapea saat menghadiri pembukaan pameran mengatakan, partisipasi Indonesia di Superdesign Show di Milan kali ini merupakan wujud penguatan kerja sama khususnya di sektor ekonomi kreatif, sesuai dengan tema Peringatan 70 Tahun Hubungan Diplomatik RI – Italia tahun 2019, yang mendorong kerja sama ekonomi kreatif dan UKM.

Para seniman yang berpartisipasi dari Indonesia adalah Aloysius Baskara Junianto, Ayang Kalake, Danton Sihombing, Du’Anyam, Eldwin Pradipta, Felicia Budi, Natureline, Pala Nusantara, Savira Lavinia, Studio Dapur dan Tommy Ambiyo.

Sementara tim ICAD terdiri dari kurator Diana Nazir dan Itjuk, Andika Frestian selaku Direktur Artistik dan Amanda Ariawan. Milan Design Week adalah pekan pameran desain terkemuka yang melibatkan komunitas kreatif dari seluruh dunia.

Sepanjang pekan, berbagai pameran digelar di kota Milan, salah satunya Superdesign Show bertempat di kompleks Superstudio Piu, Via Tortona. (zey)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

FASHION

Ini Inovasi Terbaru dari G-SHOCK

Published

on

G-SHOCK dengan Carbon Core Guard dapat dimiliki penggemar G-SHOCK di Indonesia mulai 27 April 2019 di toko-toko resmi Casio.

Zone.co.id, Jakarta – Inovasi tiada henti untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat. Itulah kira-kira moto yang diemban oleh produsen jam asal Jepang, G-SHOCK, yang terus melakukan inovasi dalam menyikapi ketatnya persaingan antarprodusen jam tangan dunia.

Tak cukup puas dengan ratusan bahkan ribuan model dan jenis jam tangan yang sudah diproduksi, G-SHOCK kali ini menyasar carbon sebagai bahan baku jam tangan yang memiliki keringan di tangan, namun tetap kuat sekalipun jatuh saat melakukan aktivitas.

Para teknisi di perusahaan itu menilai carbon sangat layak untuk menjadi bahan baku jam tangan, karena sifatnya yang sangat kuat, ringan dan elastis serta tidak merusak kulit di tangan si pengguna.

Bahkan di dunia kedoktoran, carbon juga dipergunakan untuk membantu pasien dalam membantu memulihkan penyakit. Sementara carbon juga dipergunakan oleh sejumlah awak pesawat yang mengudara di ruang angkasa, mengingat sifatnya yang kuat dan ringan.

Junichi Izumi, teknisi R&D dari Hamura, Jepang, saat peluncuran G-SHOCK Carbon di Jakarta, 4 April 2019, mengatakan, keberadaan jam tangan asal Jepang tersebut selama 32 tahun lebih di Indonesia selalu mendapat tanggapan positif di setiap produksi barunya.

“Kali ini kami perkenalkan jam carbon yang lahir dari sebuah tantangan yang tidak pernah menyerah, memiliki struktur tahan air, tahan benturan, serta ringan,” kata Izumi.

Perusahaan, dikatakan, tidak akan berhenti sampai di sini untuk terus menciptakan jam tangan yang sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat, tentunya dengan mengikuti mode terkini.

Hirokazu Satoh, Chief of Casio Singapore Pte., Ltd., Jakarta Representative Office, mengatakan serat karbon membuat G-SHOCK menjadi semakin ringan dan penuh gaya, dan tetap tangguh. G-SHOCK dengan Carbon Core Guard dapat dimiliki penggemar G-SHOCK di Indonesia mulai 27 April 2019 di toko-toko resmi Casio.

Casio adalah perusahaan yang terus berinovasi dan bertekad memberikan yang terbaik kepada para pelanggan yang setia. Bulan Agustus 2018, G-SHOCK yang ke-100 juta dikirimkan dari pabrik di Yamagata, Jepang. Ini artinya G-SHOCK benar-benar telah mendapatkan tempat yang khusus di hati para penggemarnya.

Dengan Carbon Core Guard Structure, Casio dapat mengakomodir pelanggan yang menyukai jam tangan yang lebih tipis dan mereka yang menyukai jam tangan yang lebih besar.

Kali ini G-SHOCK menampilkan berbagai jenis dan tipe jam berbahan carbon sesuai dengan kebutuhan dan pilihan masyarakat. GA-2000, misalnya diperkenalkan dalam tiga warna dan tipe: GA-2000E-4A (dengan tali jam tangan yang bisa diganti), GA-2000-1A2, dan GA-2000-1A9. Dengan gaya urban dan outdoor, jam tangan ini diyakini akan menarik anak muda perkotaan dan mereka yang menyukai petualangan. Paket GA-2000E-4A juga memberikan dua tali jam tambahan, yaitu warna cokelat lumpur dan abu-abu.

Dengan Carbon Core Guard Structure, pengguna G-SHOCK dapat mengganti tali jam tangan dengan mudah. Junichi Izumi, mengatakan, “Sebelumnya, cangkang belakang jam saja tidak dapat menahan guncangan yang mencapai kekuatan tertentu, sehingga kami tidak menyarankan pelanggan untuk menggantinya”.

Namun, dengan digunakannya serat karbon pada penjaga struktur inti, cangkang belakang jam itu sendiri sudah cukup kuat untuk menahan benturan sehinga berhasil menghemat ruang. Ruang tersebut digunakan untuk membuat penutup ganda cangkang belakang. Dengan demikian, penggemar G-SHOCK bisa mengganti tali jam tangan.

Dengan desain yang sesuai dengan gaya hidup urban dan outdoor ditambah tali jam yang dapat diganti-ganti, GA-2000 diharapkan dapat memenangkan hati anak muda perkotaaan di Indonesia dan menjadi sama terkenalnya dengan GA-700, G-SHOCK yang paling banyak dijual di Indonesiadi tahun 2018.

GA-2000 akan tersedia di toko-toko resmi Casio mulai tanggal 27 April 2019 dengan harga retail yang disarankan Rp2,30 juta. Mulai 27 April hingga 11 Mei 2019, penggemar G-SHOCK yang membeli GA-2000 di toko-toko resmi Casio bisa mendapatkan cashback sebesar Rp100.000 dengan menunjukkan kode promosi khusus kepada pramuniaga toko.

Untuk informasi selengkapnya, silakan ikuti akun Instagram resmi G-SHOCK di @gshockindo dan akun resmi PT. Gilang Agung Persada, distributor resmi jam tangan Casio di Indonesia, @casiostore_id.

Ada lagi tipe GWR-B1000 yang diperkirakan akan dijualbelikan dengan harga Rp16,95 juta, GG-B1000 di Rp5,75 juta, GST-B200 di Rp4,95 juta, sedangkan GA-2000E-4A akan masuk ke pasar Indonesia beberapa bulan ke depan dan diperkirakan akan dijual dengan harga Rp3,40 juta.

Testimoni

Denny Sumargo, seorang artis dan penggemar G-SHOCK mengatakan, sebagai artis yang sering melakukan kegiatan keras, kebutuhan terhadap jam tangan yang kuat, tahan banting dan tahan air adalah suatu keharusan.

“Saya suka melakukan petualangan sehingga sering berbenturan dengan benda dan air. Untuk itu dibutuhkan sebuah jam tangan yang bisa meredam dari benturan sehingga tidak rusak,” kata Denny.

Dari pengalaman dirinya sebagai artis yang sering melakukan adegan keras dan bersinggungan dengan alam, dipilihnya jam G-SHOCK adalah suatu keputusan yang tepat mengingat jam tangan tersebut memang dirancang untuk kegiatan alam maupun formal.

Dia yang mengaku memiliki berbagai jenis tipe G-SHOCK, akan menggunakan jam tersebut sesuai kegiatan yang akan dilakukan, apakah itu kegiatan formal maupun informal.

Lain lagi dengan atlet putri panahan nasional Dellie Threesyadinda. Dia mengatakan olah raga yang ditekuni sangat mengandalkan kekuatan tangan dalam meraih prestasi, untuk itu dirinya membutuhkan sebuah jam tangan yang harus bisa mendukung kegiatannya.

“Memang ada banyak merek jam tangan yang ditawarkan, tapi pilihan saya jatuh kepada G-SHOCK karena kualitasnya yang baik selain penampilannya cocok untuk kegiatan olah raga,” kata Dellie.

Dia mengilustrasikan, saat kedua tangannya menarik busur dan anak panah untuk mencapai sasaran, pegangan tangan harus kuat dan terukur. Begitu anak panah terlepas, maka gerakan tangan akan alami getaran yang kuat.

Dari pengalaman bertahun-tahun menggunakan G-SHOCK, dia mengakui tidak pernah menghadapi masalah seperti rusak akibat terbentur benda keras atau terendam air.

Baik Denny maupun Dellie mengungkapkan diproduksinya jam tangan G-SHOCK dari carbon akan mendukung berbagai aktivitas penggemarnya untuk di dalam maupun luar ruangan, mengingat model dan warna yang disuguhkan sangat menarik.

Apalagi jam ini lebih ringan, lebih tipis serta talinya bisa diganti disesuaikan dengan baju hari itu, yang tidak ditemui di G-SHOCK lainnya. (ahm)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending