Connect with us

JAWA TIMUR

Rumah di Malang Roboh Diterjang Angin Kencang

Published

on

Rumah roboh akibat diterjang angin kencang disertai hujan deras dan menyebabkan satu orang korban mengalami patah tulang.

Zone.co.id, Malang – Satu rumah di Kelurahan Adirejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (10/1/2019), roboh akibat diterjang angin kencang disertai hujan deras dan menyebabkan satu orang korban mengalami patah tulang.

Koordinator Taruna Siaga bencana (Tagana) Kabupaten Malang, Robby Kusuma saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa korban satu orang luka tersebut bernama Aris Mustikowati (59) mengalami patah tulang kaki kanan.

“Saya menyampaikan laporan kejadian tersebut setelah mendapatkan konfirmasi dari personel yang turun di lokasi. Satu rumah rusak berat, dan satu orang korban mengalami patah tulang kaki kanan,” katanya.

Tercatat, untuk rumah yang roboh diterjang angin kencang tersebut, merupakan milik Hermawan, dengan total kerugian kurang lebih Rp20 juta. Rumah tersebut hanya beratapkan seng.

Robby menjelaskan, pada Kamis, pukul 14.25 WIB, hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Malang. Pada pukul 15.00 WIB, angin kencang menerjang rumah Hermawan yang berlokasi di Jalan Adi Utomo RT 04 RW 02, kelurahan Adirejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Upaya yang dilakukan oleh Tagana Kabupaten Malang dan para pemangku kepentingan setempat antara lain adalah membawa korban yang mengalami patah tulang untuk mendapatkan perawatan, dan melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten setempat.

Selain itu juga melakukan pendistribusian bantuan yang berasal dari Dinas Sosial Kabupaten Malang. (vic)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

JAWA TIMUR

KPU Sampang Gelar Pemungutan Suara Ulang di Tiga TPS

Published

on

Komisioner KPU Sampang Addy Imansyah.

Zone.co.id, Sampang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang, Jawa Timur akan menggelar pemungutan suara ulang (PSU) di tiga tempat pemungutan suara (TPS) yang ditemukan terjadi pelanggaran pada saat pemungutan suara 17 April 2019.

Menurut Komisioner KPU Sampang Addy Imansyah di Sampang, Minggu (21/4/2019), pemungutan suara ulang di tiga 3 TPS itu masing-masing di TPS 06 Desa Madupat dan TPS 09 Desa Rabasan, Kecamatan Camplong, serta di TPS 03 Desa Trapang, Kecamatan Banyuates.

“Saat ini kami telah meminta KPU Provinsi untuk segera mengirim logistik pemilu sesuai dengan kebutuhan di masing-masing TPS tersebut,” katanya.

Menurutnya, pemungutan suara ulang itu, sesuai dengan rekomendasi Bawaslu Sampang berdasaran hasil pemantauan petugas pengawas di lapangan.

“Tapi PSU ini tidak akan mengganggu tahapan pelaksanaan rekapitulasi di tingkat kabupaten, karena sesuai jadwal, rekapitulasi di tingkat kabupaten masih akan digelar setelah tanggal 24 April ini,” katanya.

Sebelumnya Komisioner Bawaslu Sampang Yunus Ali Ghafi menjelaskan, di TPS 3 Desa Trapang pihaknya menemukan sekitar 90 Surat Suara (SS) DPRD Kabupaten yang tercoblos sebelum pemungutan suara dimulai.

Sehingga, sambung dia, untuk TPS 3 Desa Trapang, maka pemungutan suara yang akan diulang untuk pemungutan suara DPRD Kabupaten, sedangkan lainnya, seperti DPRD Provinsi, DPR RI, DPD dan Capres/Cawapres tidak diulang.

Di TPS 6 Desa Madupat Bawaslu Sampang menemukan oknum anggota KPPS yang mencoblos surat suara untuk pilpres. Bahkan, video pencoblosannya viral, sehingga Bawaslu Sampang merekomendasikan untuk dilakuan pemungutan suara ulang.

Bawaslu juga memiliki bukti dua oknum KPPS nyoblos 10 surat suara untuk DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD dan Pilpres di TPS 9 Desa Rabasan, sehingga di TPS itu juga harus diulang. (abd)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JAWA TIMUR

Kota Surabaya Bakal Miliki Peraturan Kawasan Tanpa Rokok

Published

on

Ketua Pansus Raperda KTR DPRD Surabaya, Junaedi.

Zone.co.id, Surabaya – Kota Surabaya, Jawa Timur, bakal segera memiliki peraturan kawasan tanpa rokok, karena Rancangan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok di Kota Surabaya siap disahkan dalam rapat paripurna yang digelar di gedung DPRD Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (4/4/2019).

“Besok (2/4/2019) ada rapat paripurna pandangan akhir fraksi terkait Raperda KTR (Kawasan Tanpa Rokok) dan Kamis (4/4/2019) dijadwalkan rapat paripurna pengesahan Raperda KTR,” kata Ketua Pansus Raperda KTR DPRD Surabaya Junaedi di Surabaya, Senin (1/4/2019).

Menurut dia, surat dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur Nomor 188/4755/013.4/2019 perihal Fasilitasi Raperda KTR Surabaya ini sudah turun ke Sekretariat DPRD Surabaya pada 15 Maret 2019.

Junaedi menjelaskan ada sejumlah catatan dari Pemprov Jatim terkait Raperda KTR yang sudah dibahas bersama antara pansus KTR dan Pemkot Surabaya. “Kita sudah sepakat hasil pembahasan KTR dilaporkan ke Bamus (Badan Musyawarah) DPRD Surabaya,” ujar politikus Partai Demokrat ini.

Banmus yang digelar pada Senin ini, lanjut dia, menyetujui untuk digelar rapat paripurna berupa pandangan tiap-tiap fraksi terkait raperda KTR pada Selasa (2/4/2019). Junaedi mengatakan tidak ada revisi atau masalah lagi karena semua anggota banmus sepekat dijadwalkan rapat paripurna.

“Meskipun saat pandangan akhir ada setuju dan tidak setuju dari masing-masing fraksi, namun hal itu tidak berpengaruh terhadap pengesahan raperda KTR,” kata Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Surabaya ini.

Anggota pansus lainnya, Reni Astuti sebelumnya mengatakan salah satu catatan dari Pemprov Jatim adalah dalam Raperda tersebut dicantumkan pengaturan berupa jangka waktu penyusunan Peraturan Wali Kota Surabaya untuk tata laksana. Artinya setelah diparipurnakan Pemkot Surabaya diberi waktu maksimal enam bulan agar segera membuat perwali.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya mendorong pemkot bisa menyiapkan infrastrukturnya sebagaimana amanah yang tercantum di dalam raperda.

Saat ditanya kapan perda tersebut mulai diberlakukan, anggota Komisi A DPRD Surabaya ini mengatakan sesuai bunyi dari perda itu akan berlaku setelah diundangkan di Bagian Hukum Pemkot Surabaya.

“Tapi kalau pasal-pasal di raperda KTR itu bunyinya adalah ditentukan oleh perwali, maka itu menunggu perwali,” kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini. (abd)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JAWA TIMUR

Delapan Bangunan Rusak Akibat Gempa Sumenep

Published

on

Bangunan rusak di Pulau Raas, Sumenep, Jawa Timur akibat gempa tektonik berkekuatan 5.0 SR yang mengguncang wilayah itu, Selasa (2/4/2019), pukul 08.22.44 WIB.

Zone.co.id, Sumenep – Sebanyak delapan bangunan rusak di Pulau Raas, Sumenep, Jawa Timur akibat gempa tektonik berkekuatan 5.0 SR yang mengguncang wilayah itu, Selasa (2/4/2019), pukul 08.22.44 WIB.

“Satu orang mengalami luka ringan akibat tertimpa material bangunan yang runtuh dan saat ini sudah mendapatkan perawatan medis di puskesmas setempat,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sumenep Abd Rahman Riadi di telepon, Selasa (2/4/2019) siang.

Warga yang menjadi korban itu bernama Faisal, siswa SMA Al Fanisa, Desa Brakas, Pulau/Kecamatan Raas.

Saat kejadian, korban sedang mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Tiba-tiba gempa terjadi dan keramik tembok sekolah jatuh, lalu mengenai kakinya.

Menurut Rahman, SMA Al-Fanisa merupakan satu dari delapan bangunan di Pulau Raas yang rusak akibat gempa. Enam bangunan lainnya berupa rumah warga, dan satu bangunan lagi berupa mushalla.

“Korban manusia, laporan sementara hingga siang ini yang kami terima satu orang,” katanya, menjelaskan.

Kerusakan bangunan akibat gempa itu, rata-rata parah, termasuk di lembaga pendidikan SMA Al Fanisa yang menyebabkan satu orang siswanya mengalami luka-luka.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pemkab Sumenep di Kecamatan Raas telah terjunkan langsung ke lokasi bencana, dan ikut membantu membersihkan reruntuhan puing-puing bangunan korban gempa bersama Koramil dan Polsek setempat.

“Kami masih mendata kerugian materiil akibat bencana,” katanya.

Gempa tektonik yang melanda Sumenep, Madura, Jawa Timur, itu terjadi dua kali, yakni pada pukul 06.00 WIB dan pukul 08.22 WIB, lalu gempa susulan sebanyak lima kali antara kurun waktu pukul 08.27 WIB hingga pukul 09.04 WIB.

Episenter gempa terletak pada koordinat 7,22 LS dan 114,56 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 83 kilometer arah tenggara Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada kedalaman 5 kilometer.

Menurut Kepala BBPB Pemkab Sumenep Abd Rahman Riadi, gempa itu dirasakan oleh warga yang tinggal di dua pulau, yakni Pulau Sapudi dan Pulau Raas. “Tapi yang parah hingga banyak bangunan rusak di Raas. Kalau di Sapudi, Alhamdulillah selamat,” katanya. (abd)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending