Connect with us

SEKTOR RIIL

Oyan Safari Promosi Pulau Komodo-Labuanbajo ke Eropa

Published

on

Pulau Komodo, adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara.

Zone.co.id, London – Cuaca ekstrem dingin hingga minus 20 derajat Celsius dan hujan salju, tidak menghambat Oyan Kristian melakukan safari promosi objek wisata Nusa Tenggara Timur, Taman Nasional Komodo dan Labuanbajo, ke berbagai negara di Eropa.

Pulau Komodo dan Labuanbajo kian populer di kalangan wisatawan mancanegara, khususnya Eropa, sebagai salah satu tujuan berwisata.

“Saya datang ke Eropa memang khusus mempromosikan destinasi NTT,” ujarnya di London, Jumat (8/2/2019).

Sebagai Manager NTT Destination Management Company (DMC) Flores Komodo Tours, Oyan Kristian, yang meraih gelar Sarjana Teknik Pertambangan di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta itu, sejak tahun lalu melakukan safari ke berbagai negara di Eropa.

Ia tidak hanya mempromosikan NTT, akan tetapi juga destinasi lainnya di Indonesia.

Ia mendirikan perusahaan NTT DCM Flores Komodo Tour dengan inspirasi yang kuat untuk menjadi pemain langsung dan sebagai orang asli Flores yang berspesialisasi menjelajahi Pulau Flores dan Taman Nasional Komodo serta Sumba.

“Saya pribadi seorang pengembara yang di waktu senggang mengunjungi banyak tujuan wisata di Indonesia dan dunia, merasakan kebutuhan untuk mengakomodasi keinginan wisatawan lain menghabiskan waktu luang di Pulau Flores, Taman Nasional Komodo, dan Pulau Sumba,” katanya.

Untuk itu, ia mendirikan biro pariwisata yang dijalankan oleh orang asli Flores dan Sumba, yang melayani dengan standar pariwisata sangat baik.

“Saya tidak lagi bekerja di perusahaan tambang dan sekarang waktu saya total untuk pariwisata,” ujarnya.

Sebelum pameran pariwisata WTM di London, November tahun lalu dilanjutkan pameran Vakantiebeurs yang digelar awal Januari di Uthrect Belanda, pameran pariwisata Matka Nordic Travel Fair di Helsinki-Finlandia, dan Fitur Madrid-Spanyol sampai Riga, Latvia, pameran pariwisata Baltic Tour, Riga awal Februari, Oyan tidak henti-hentinya mempromosikan objek wisata tanah kelahirannya.

Insinyur tambang bawah tanah yang pernah bekerja di PT Freeport Indonesia itu, usai pameran di Riga Latvia ikut mempromosikan objek wisata NTT di Brusel Holiday Fair yang tengah berlangsung di Belgia sejak 7 hingga 10 Februari. Hal itu, kemudian dilanjutkan promosi BIT Milano, Milan-Italia, dan di Herning Kopenhagen, Denmark.

Safari dilakukan hampir selama lima bulan ia berada di Eropa, untuk mempromosikan Pulau Komodo, Flores, dan Sumba meskipun sempat kembali ke Tanah Air untuk merayakan Natal.

“Berkesan, ada banyak yang suka dan berminat tentang destinasi ditawarkan,” ujar Oyan.

Pengalaman menarik saat musim dingin, khususnya saat salju menerjang Eropa pada pameran pariwisata di Riga, Latvia, membuat dia merasa kangen makanan Indonesia dan suasana panas di Tanah Air.

Menurut Oyan, pengalamannya di pameran pariwisata Baltic Tour, memiliki prospek sangat bagus. Banyak yang sudah pernah ke Bali dan mereka ingin kembali ke Bali serta mendatangi destinasi lainnya, selain Bali.

Selain wisatawan mancanegara liburan ke Bali, kata dia, objek wisata Komodo di Pulau Flores juga berhasil menarik perhatian masyarakat Eropa.

Oyan Kristian mengaku banyak mendapat pertanyaan mengenai berbagai objek yang ditawarkannya.

Diakuinya bahwa dalam menjual berbagai objek wisata di NTT, Pulau Komodo, serta Labuanbajo ke berbagai negara di Eropa seperti di Fitur Spanyol, dibutuhkan penjual yang fasih berbahasa Spanyol dan sekaligus pemandu wisata yang bisa menjelaskan dengan baik tentang objek wisata yang ditawarkan.

Begitu pun di negara Eropa lainnya yang bukan berbahasa Inggris, seperti di Kopenhagen dan di Brusel, serta di ITB Berlin yang berbahasa Jerman.

Dalam berbagai kesempatan, Oyan Kristian juga melakukan penjajakan dengan pihak universitas guna menawarkan mahasiswa magang perusahaan dalam upaya mengoptimalkan pelayanan kepada calon wisatawan dari berbagai negara.

Diakuinya bahwa tidak mudah menawarkan objek wisata di NTT. Untuk itu, ia memadukan dengan Bali sebagai objek turistik.

“Banyak yang sudah tahu Komodo dan juga suka serta ingin langsung bisa melihat binatang langka yang hanya ada di Indonesia, khususnya di Pulau Komodo,” ujar Oyan.

Namun, ada hal yang mengganjal dalam hatinya dengan adanya berita yang mengatakan bahwa pemerintah akan menutup total Komodo National Park serta akan dinaikkannya harga tiket.

Ia berharap dengan promosinya ke berbagai pameran di Eropa itu, membuat pemerintah tidak menutup total Taman Nasional Pulau Komodo sehingga tamu tetap bisa datang ke destinasi yang ditawarkan.

Ia juga berharap, tiket masuk tidak dinaikkan secara drastis.

Oyan pun mengakui bahwa promosi yang mulai dilakukannya di berbagai negara di Eropa itu tidak sia-sia.

Prioritas

Berbagai pameran pariwiata di berbagai negara di Eropa, sudah menjadi prioritas Kementerian Pariwisata bersama Perwakilan Indonesia di Eropa untuk mengikutinya.

Hal itu diakui Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya kepada Antara London, baru-baru ini, bahwa masyarakat di berbagai negara di Eropa mencari informasi untuk liburan pada musim panas mendatang.

Hal itu bisa dimaklumi karena masyarakat Eropa keranjingan berwisata. Mereka biasanya sudah merencanakan sejak jauh hari.

Oleh karena itu, Kemenpar pada awal tahun mengikuti pameran pariwisata yang diadakan berbagai negara di Eropa.

Selain ikut dalam Fitur, katanya, Indonesia juga hadir untuk berpromosi di Belanda, Luksemburg, Austria, Finlandia, dan Jerman.

Pada Maret mendatang, Kemenpar mengikuti pameran pariwisata terbesar di dunia, ITB Berlin, yang biasanya sebelumnya dilakukan sales mission, seperti di Munich dan negara lainnya.

“Saya berharap bisa ikut dalam sales mission dan juga di ITB Berlin, Jerman,” ujar Oyan yang juga anggota Perhimpunan Pemandu Tur Indonesia dan Asosiasi Agen Perjalanan dan Wisata Indonesia itu.

Dalam setiap perjalanan promosi, Oyan mengaku harus merogoh kocek untuk biaya tiket dan akomodasi. Bahkan, ia pun harus mencetak brosur sendiri.

“Diharapkan adanya bantuan dari Pemerintah Daerah NTT,” ucapnya.

Ia mengatakan biasanya Kemenpar memfasilitasi venue yang artinya mereka mendaftarkan dirinya ke berbagai pameran pariwisata.

Kesempatan itu memberi peluang untuk melakukan pembangunan jejaring.

Banyaknya calon wisatawan yang bertanya dan ingin mendapatkan brosur, membuat dirinya cukup kewalahan melayani mereka.

“Jadinya saya catat manual email dan nomor Whatsapp mereka di notebook saya untuk nanti bisa saya `follow up` lebih lanjut,” ucapnya.

Animo masyarakat Eropa untuk berlibur ke Indonesia, disebutnya, sebagai sangat besar akan tetapi informasi yang mereka peroleh relatif terbatas.

Selama mengikuti pameran, Oyan bertemu dengan para pengurus asosiasi operator wisata untuk membicarakan peluang menjual pariwisata Indonesia.

“Ada beberapa agen perjalanan yang sudah pernah datang ke Flores dan mereka ingin datang lagi,” ujarnya.

Sebenarnya, banyak yang sudah tahu tentang Indonesia, tetapi belum berani melakukan perjalanan ke Indonesia karena umumnya masyarakat di Eropa, khususnya Latvia atau di wilayah Nordic, bukanlah tipe turis yang jalan tanpa rencana.

“Mereka maunya semua sudah diatur dan umumnya lama tinggal cukup panjang,” demikian Oyan Kristian.

Cukup tingginya minat wisman dari Eropa berkunjung ke berbagai objek wisata menarik di Indonesia sudah pasti menjadi peluang berharga untuk direspons dengan serius, terutama pemerintah dan para pelaku pariwisata di Tanah Air.

Target kunjungan wisman tahun ini yang dipatok pemerintah berjumlah 20 juta orang, sebagai tantangan menarik dalam merealiasikannya. Hal itu, demi kemajuan pariwisata Indonesia dan kesejahteraan masyarakat melalui sektor itu. (zey)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SEKTOR RIIL

Garuda Bukukan Laba Bersih 19,7 Juta Dolar AS

Published

on

Garuda Indonesia Group membukukan laba bersih senilai 19,7 juta dolar AS.

Zone.co.id, Jakarta – Garuda Indonesia Group membukukan laba bersih senilai 19,7 juta dolar AS selama kuartal 1 – 2019 atau tumbuh signifikan dari rugi 64,3 juta dolar AS di kuartal 1 – 2018 .

Direktur Keuangan Garuda Indonesia Fuad Rizal dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (18/4/2019), mengatakan pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan usaha perseroan yang tumbuh sebesar 11,9 persen menjadi 1,09 miliar dolar AS.

Kinerja positif tersebut turut ditunjang oleh lini pendapatan layanan penerbangan berjadwal sebesar 924,9 juta dolar AS atau tumbuh sebesar 11,6 persen dibandingkan periode yang sama di kuartal 1 – 2018.

Selain itu, perseroan juga mencatatkan pertumbuhan signifikan pada kinerja pendapatan tambahan ancillary revenue dan pendapatan anak usaha lainnya sebesar 27,5 persen dengan pendapatan mencapai 171,8 juta dolar AS.

“Catatan kinerja positif yang berhasil dicapai Garuda Indonesia Group di Kuartal 1 -2019 ini tidak terlepas dari komitmen bersama seluruh lini usaha Garuda Indonesia Group dalam menciptakan sinergi dan terus melakukan perbaikan proses bisnis namun tetap mengutamakan keselamatan,” kata Fuad.

Selain itu, lanjut dia, peningkatan kinerja perseroan turut didukung oleh program efisiensi dan efektivitas yang berkelanjutan, optimalisasi aspek struktur biaya, penyusunan kapasitas pada produksi sesuai permintaan sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih terukur dan beban pengeluaran avtur juga dapat ditekan.

Lebih lanjut, Garuda Indonesia Group juga melakukan upaya renegosiasi biaya pembelian (leasing) armada secara berkelanjutan yang berhasil menekan biaya leasing pesawat hingga 30 persen atau setara dengan 60 juta dolar AS.

“Di tengah tren kinerja industri penerbangan di kuartal I yang cenderung tertekan mengingat fase kuartal I merupakan fase musim sepi angkutan transportasi udara, Garuda Indonesia Group mempertahankan kinerja secara positif menyusul capaian kinerja yang solid di tahun kinerja 2018, khususnya pada kuartal 4 – 2018,” ujar Fuad. (jtr)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

Pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan Diapresiasi

Published

on

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto.

Zone.co.id, Jakarta – Pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) diapresiasi banyak pihak karena mampu memberikan beragam manfaat bagi kebutuhan masyarakat desa yang sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan produktivitas dan mendorong pemerataan ekonomi nasional.

“Kementerian Perindustrian bertekad untuk terus mendorong pengembangan dan pemanfaatan AMMDes secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga menggenjot produktivitas dan kesejahteraan masyarakat desa dalam upaya menciptakan kemandirian industri dan ketahanan ekonomi nasional,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto lewat keterangannya di Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Menurut Menperin, sejak diluncurkan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo pada Agustus 2018, pengembangan AMMDes mencapai perkembangan yang luar biasa dan telah memasuki tahap produksi massal serta terbukti mampu memenuhi berbagai kebutuhan produksi dan peningkatan ekonomi masyarakat di pedesaan.

“AMMDes telah diproduksi massal dengan pengembangan beragam aplikasi untuk pertanian, perkebunan, perikanan, kesehatan, hingga tanggap darurat bencana. Bahkan, bisa menjadi unit usaha,” tutur Airlangga.

Beberapa unit AMMDes diaplikasikan pada berbagai bidang, seperti yang dilengkapi dengan alat perontok padi, penjernih air, pembuat es serpihan, pengolah kopi, pemoles beras, generator listrik, pascapanen pisang, dan ambulance feeder.

Pada penyelenggaraan The 2nd AMMDes Summit and Exhibition di ICE BSD City, Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu, Siti Kamarijah ketika menjadi narasumber mewakili Direktorat Pengelolaan Sumber Daya Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan apresiasi terhadap pengembangan AMMDes yang dapat dimanfaatkan oleh para nelayan.

“Kami melihat AMMDes sangat mendukung kegiatan nelayan, seperti untuk penangkapan ikan. Sebab, mereka membutuhkan perbekalan air bersih dan es. Ini merupakan kebutuhan vital yang biasanya wajib mereka bawa, karena untuk menjaga mutu hasil tangkapannya,” papar Siti.

Keberadaan AMMDes yang dilengkapi dengan aplikasi penjernih air dan pembuat es serpihan diyakini akan mendongkrak nilai penjualan ikan karena kualitasnya dapat terjaga dengan baik.

“Ini yang tentunya bisa menguntungkan bagi nelayan. Bahkan, AMMDes dapat menumbuhkan unit usaha baru bagi komunitas atau koperasi nelayan,” imbuhnya.

Sementara itu, Fiitri Suciani dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan kebanggaannya tehadap AMMDes sebagai karya anak bangsa yang bisa digunakan ketika kondisi darurat atau pascabencana.

Contohnya, AMMDes penjernih air yang telah dimanfaatkan bagi para penyintas gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, pada akhir tahun lalu.

“AMMDes tersebut memang sangat dibutuhkan, khususnya di lokasi-lokasi yang air bersihnya sangat terbatas seperti waktu itu di Palu, Sigi, dan Donggala. Apalagi, air bersih sangat vital untuk menunjang segala aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, Fitri berharap, Kemenperin dan BNPB berkerja sama dalam pengembangan AMMDes sebagai alat multifungsi untuk tanggap bencana.

Selanjutnya, Muhamad Farid selaku Pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) Magaya Pura di Sigi, Sulteng, mengaku telah merasakan manfaat dari kehadiran AMMDes penjernih air.

“AMMDes penjernih air sangat bermanfaat bagi kami sebagai masyarakat yang terkena dampak bencana. Dalam kondisi tersebut, masyarakat memang sangat membutuhkan air bersih,” ungkapnya.

AMMDes penjernih Air mampu memenuhi kebutuhan air bersih untuk tujuh desa.

“Kami memperoleh satu unit dari Kemenperin. Sampai saat ini, masih berproduksi. Jadi, setiap hari keliling untuk tujuh desa. Pengoperasinnya sangat mudah. Karena kami juga sudah mendapatkan pelatihan dari Kemenperin untuk menguasainya,” ucap Farid. (spg)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

Menperin Sebut Empat Hal Penting Implementasikan Industri 4.0

Published

on

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto.

Zone.co.id, Jakarta – Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyebut empat hal penting dalam implementasi Industri 4.0, yaitu pemanfaatan teknologi, investasi, ketersediaan teknologi yang mendukung, dan pendidikan yang ditransformasi untuk memberikan pelatihan kembali bagi SDM industri.

“Terakhir, inovasi itu sendiri karena merupakan kunci Industri 4.0. Untuk itu, Kemenperin sudah melakukan MoU dengan Fraunho
fer Jerman dan National Research Center di Korea Selatan sehingga pelaku industri di Indonesia bisa masuk dalam level yang sama dengan negara-negara lain,” kata Menperin lewat keterangannya di Jakarta, Kamis.

Airlangga menambahkan penerapan Making Indonesia 4.0 diharapkan dapat mendorong industri Tanah Air sehingga mampu tampil maksimal di mata dunia, mengingat Indonesia merupakan official partner country di Hannover Messe 2020.

Indonesia akan menjadi partner country pertama dari ASEAN bagi pameran yang menjadi induk pameran industri di Eropa, sekaligus tempat kelahiran Industri 4.0.

“Pameran ini berpeluang menjadi show case kemampuan industri Indonesia, terutama untuk menarik investasi maupun untuk membuka pasar ekspor bagi Indonesia. Kita juga memperoleh dukungan Pemerintah Jerman untuk mempromosikan Indonesia di pasar global,” tegasnya.

Airlangga juga berharap sebagai partner country Hannover Messe 2020, Indonesia dapat mempercepat adopsi teknologi serta membuka kesempatan industri Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan industri elektronika di dalam negeri.

“Selain itu juga bisa membangun innovation center termasuk mengembangkan klaster Silicon Valley di Indonesia yang salah satu prototipenya sudah ada di Serpong,” terangnya.

Menperin menyampaikan salah satu langkah selanjutnya yang ditempuh Kemenperin adalah membangun innovation center yang setara dengan digital capability center di Singapura, bekerja sama dengan penyedia teknologi, penyedia piranti lunak (tier 2) serta industri yang siap menjadi pionir.

“Ada sekitar 20 perusahaan Indonesia yang menjadi anggota digital capability center di Singapura, artinya sudah banyak yang siap masuk era Industri 4.0,” paparnya. (spg)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending