Connect with us

ACEH

Bupati Aceh Barat Ajak Masyarakat Teladani Teuku Umar

Published

on

Bupati Aceh Barat, H Ramli MS.

Zone.co.id, Meulaboh – Bupati Aceh Barat H Ramli MS mengajak masyarakat meneladani sosok pahlawan nasional Teuku Umar, sebagai inspirator dalam mengisi pembangunan regional dan nasional.

“Jiwa dan raga rela beliau korbankan berjuang, mengusir penjajah Belanda dari Aceh saat itu, sehingga kita dapat merasakan hasil perjuangannya,” katanya usai menjadi inspektur upacara di lokasi makam Teuku Umar, Desa Meugoe Rayek, Kecamatan Panton Reu, Senin (11/2/2019).

Pada peringatan syahid Teuku Umar ke-120 itu dilaksanakan upacara yang dihadiri Danrem 012/ Teuku Umar Kolonel Inf Aswardi, Dandim 0105/ Aceh Barat Letkol Kav Nurul Diyanto, pejabat Polri di Aceh Barat, Forkompimda, SKPD, tokoh agama dan masyarakat.

Bupati menyampaikan terimakasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan penghargaan pahlawan nasional kepada Teuku Umar pada 1973, pemberian gelar kehormatan itu menjadi satu kebanggaan besar bagi masyarakat Aceh.

“Atas nama rakyat Aceh, saya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah mengangkat Teuku Umar pahlawan nasional. Harapan ke depan pihak kementerian terkait berkunjung melihat bagaimana kondisi makam Teuku Umar tersebut,” ujarnya.

Teuku Umar, adalah pahlawan nasional asal Aceh yang mengusir penjajah Belanda dengan taktik perangnya berpura-pura menyerah dan bersekutu.

Suami Cut Nyak Dhien itu, meninggal setelah ditembak oleh tentara Belanda pada 11 Februari 1899 di Suak Ujong Kalak, Meulaboh.

Dia juga menyampaikan, segera mengutus perwakilan untuk ke Negara Belanda, menelusuri dan mencari duplikat foto dan lukisan yang sebagian besar tersimpan di Tropenmuseum, Amsterdam, Belanda.

Bupati setelah penempatan karangan bunga dan siram air di kubur Teuku Umar, juga melakukan penyerahan hadiah dan tropi kepada pemenang lomba napak tilas yang ikut berpartisipasi sejak Sabtu (10/1) malam sampai hari puncak kegiatan. (war)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ACEH

Kapolda Aceh Tinjau Pos TNI AL yang Dirusak Massa

Published

on

Komandan Pangkalan TNI AL Lhokseumawe Kolonel Laut (P) M. Sjamsul Rizal, menjelaskan tentang kondisi pos AL Pusong yang diserang oleh warga akibat kesalahpahaman, kepada Kapolda Aceh Irjen Pol Rio S. Djambak, Kamis (18/4/2019).

Zone.co.id, Lhokseumawe – Kapolda Aceh Irjen Pol. Rio S. Djambak mengunjungi Pos TNI AL Pusong, Kota Lhokseumawe, yang dirusak massa, Kamis (18/4/2019).

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda yang didampingi oleh Danlanal Lhokseumawe Kolonel Laut (P) M. Sjamsul Rizal, Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan dan juga Dandim 0103 Aceh Utara Letkol Inf. Agung Sukoco serta beberapa pejabat Polda Aceh, melihat-lihat kondisi pos TNI AL Pusong yang rusak akibat dilakukan warga karena terjadi kesalahpahaman.

Kepada wartawan Irjen Pol. Rio S Djambak mengatakan, bahwa persoalan pengrusakan pos TNI AL yang dilakukan oleh massa pada Rabu malam (17/4) tersebut sudah selesai antara warga dan Lanal Lhokseumawe, serta dimediasi oleh Forkopimda setempat, sehingga tidak ada lagi persoalan.

“Semalam langsung ditangani dan dilakukan suatu penyelesaian dengan dimediasi oleh Forkopimda termasuk Lanal Lhokseumawe dan persoalan selesai dan tidak ada persoalan apapun lagi,” ungkap Kapolda.

Mengenai penyebab terjadinya aksi pengrusakan terhadap pos TNI AL Pusong tersebut, Kapolda Aceh mengatakan, bahwa hal itu terjadi akibat kesalahpahaman saja serta dipicu oleh emosi sesaat sehingga menyebabkan kejadian yang tidak diinginkan.

“Posnya Lanal ini adalah milik negara, jika ada persoalan dapat dibicarakan dengan komandannya. Aceh ini sudah aman jangan dibuat tidak aman,” kata Kapolda.

Pada kesempatan itu, Kapolda juga meminta kepada insan pers agar membuat berita yang menyejukkan, bahwa tidak ada persoalan apa-apa, dan hanya kejadian insidentil dan semuanya dapat diselesaikan dengan baik-baik.

“Saya minta bantuan kepada insan pers dan juga seluruh masyarakat jangan memunculkan suatu berita yang tidak menyejukkan untuk Aceh ini, kita menjaga Aceh ini aman,” pinta Kapolda.

Pada kesempatan itu, Kapolda Aceh juga meninjau TPS di sekitar pos AL, yang sedang melakukan lanjutan penghitungan suara, karena sempat terhenti akibat peristiwa penyerangan pos TNI AL oleh warga.

Pada Rabu malam, sekitar pukul 22.30 Wib itu, bangunan pos TNI AL Pusong mengalami pengrusakan ringan, seperti kaca jendela yang pecah akibat lemparan batu dan kayu serta terjadi pembakaran di depan pos tersebut, namun tidak sampai membakar pos.

Komandan Pangkalan TNI AL Lhokseumawe Kolonel Laut (P) M.Sjamsul Rizal mengatakan, berdasarkan keterangan yang dihimpunnya, awalnya kejadian tersebut dimulai dari adanya teguran oleh seorang anggotanya terhadap seorang anak setempat yang memanjat menara di sekitar pos, agar segera turun karena dianggap berbahaya. Kejadian itu kemudian berefek pada penyerangan pos AL oleh warga.

Kejadian tersebut, ujar dia, tidak ada hubungannya dengan pemilu, hanya saja lokasi TPS setempat berdekatan dengan pos TNI AL, sehingga berdampak pada prosesi penghitungan suara yang sedang dilakukan. (muk)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

ACEH

Gempa Bumi 5,0 pada Skala Richter Guncang Aceh

Published

on

Gempa bumi berkekuatan 5,0 pada skala Richter mengguncang wilayah Aceh dan sekitarnya, namun gempa itu tidak berpotensi tsunami.

Zone.co.id, Jakarta – Gempa bumi berkekuatan 5,0 pada skala Richter mengguncang wilayah Aceh dan sekitarnya, namun gempa itu tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan laman Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), di Jakarta, Kamis (18/4/2019), menyebutkan, gempa itu terjadi Kamis pagi sekitar pukul 04.16 WIB.

Pusat gempa berada di 346 km barat daya Calang, Aceh Jaya, Aceh dengan titik koordinat gempa berada di 3,25 derajad Lintang Utara dan 92,79 derajad Bujur Timur. Kedalaman pusat gempa ada pada 10 km.

Hingga saat ini belum ada informasi dampak akibat gempa tersebut, baik kerusakan bangunan atau ada tidaknya korban jiwa dalam kejadian itu. (ful)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

ACEH

Pemerkosa Anak Dicambuk 174 Kali di Kabupaten Nagan Raya

Published

on

Eksekusi cambuk dilakukan kepada empat terpidana yang melanggar syariat Islam dan telah mendapat putusan dari Mahkamah Syariah.

Zone.co.id, Nagan Raya – Kejaksaan Negeri (Kejari) Nagan Raya, Provinsi Aceh mengeksekusi cambuk 174 kali kepada terpidana yang melakukan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur sebagaimana diatur dalam Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

“Terpidana kasus pemerkosa anak diatur dalam pasal 50 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014, dicambuk sebanyak 174 kali setelah dipotong masa tahanan,” kata Kajari Nagan Raya, Sri Kuncoro, di Nagan Raya, Senin (25/3/2019), di sela eksekusi cambuk di Alun Alun Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya.

Eksekusi cambuk dilakukan kepada empat terpidana yang melanggar syariat Islam dan telah mendapat putusan dari Mahkamah Syariah.

Empat terpida yang dicambuk itu, tiga orang terpidana merupakan pelaku jarimah atau pemerkosaan terhadap anak dengan cambuk paling sedikit 100 kali dan terbanyak 174 kali setelah dipotong masa kurungan penjara.

Masing-masing terpidana yakni Muzakir Walid, Mustafa dan Saiful, sedangkan satu orang lagi M Agam Umar terpidana kasus pelecehan seksual dengan uqubat cambuk sebanyak 25 kali.

“Pertimbangannya kita laksanakan di Alun Alun Suka Makmue, karena ini tempat umum dan kita menetralisir agar tidak ada anak-anak yang menonton karena kita juga telah melarang anak-anak di bawah umur untuk menonton,” ujarnya pula.

Terpidana kasus pelecehan seksual, M Agam Umar, sebagaimana diatur pada pasal 46 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat mendapatkan deraan sebanyak 30 kali dikurangi masa tahanan yang telah dijalani selama 137 hari atau dikurangi 5 kali cambuk.

Kemudian terpidana kasus pemerkosaan terhadap anak diatur dalam pasal 50 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, dikenakan hukuman uqubat cambuk sebanyak 180 kali deraan, dikurangi masa tahanan yang telah dijalani selama 158 hari.

Karena itu, hukuman dikurangi sebanyak 6 kali berdasarkan pasal 23 ayat (2) dan (3) Qanun Nomor 7 tahun 2013 tentang Hukum Acara Jinayat, sehingga hukuman ditetapkan kepada terpidana sebanyak 174 kali dan juga dibebaskan sebagai tahanan.

Sedangkan kepada dua orang lainnya terpidana kasus pemerkosaan anak yakni Mustafa dan Saiful sebagaimana diatur dalam pasal 34 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 dicambuk sebanyak 100 kali dan masih harus menjalani hukuman tahanan. “Satu orang Mahkamah Syar’iyah Suka Makmue, sedangkan tiga terpidana kasus pemerkosaan terhadap anak, sesuai keputusan Mahkamah Syar’iyah Meulaboh yang disesusaikan dengan putusan Mahkamah Agung dan Mahkamah Syar’iyah Aceh,” ujarnya.

Dalam eksekusi itu, juga hadir Kapolres Nagan Raya AKBP Giyarto SH SIK, Asisten III Pemerintahan Sekdakab Nagan Raya Mahdali, Kepala Wilayatul Hisbah (WH) Nila Kasma, pejabat SKPK lainnya, dan ditonton masyarakat umum. (anw)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending