Connect with us

PAPUA

Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Sarmi, Papua

Published

on

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,8 mengguncang kawasan di barat daya Sarmi, Provinsi Papua.

Zone.co.id, Jakarta – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,8 mengguncang kawasan di barat daya Sarmi, Provinsi Papua.

Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika pada Kamis dini hari melalui cuitan di media sosial Twitter @infoBMKG, menjelaskan titik gempa terjadi di 26 kilometer barat daya Kabupaten Sarmi tepatnya di 1,93 Lintang Selatan dan 138,52 Bujur Timur.

Kedalaman gempa yang terjadi pada sekitar pukul 01:38 WIB yakni pada 22 kilometer.

Menurut peta guncangan gempa BMKG, titik gempa tersebut berada di kawasan daratan. (bay)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

PAPUA

Gempa 4,2 SR Guncang Kabupaten Fakfak

Published

on

Kabupaten Fakfak adalah salah satu kabupaten di Provinsi Papua Barat, Indonesia.

Zone.co.id, Sorong – Gempa bumi berkekuatan 4,2 skala Richter mengguncang Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat Kamis (18/4/2019), pukul 11.50 WIT, namun tidak berpotensi terjadinya tsunami.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Stasiun Geofisika BMKG Sorong menyebutkan, gempa bumi tersebut berlokasi pada 3.9 Lintang Selatan dan 131.68 Bujur Timur berjarak 158 km Tenggara Bula Seram Bagian Timur dengan kedalaman 62 km.

Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat tumbukan lempeng.

Perjalanan gempa bumi tersebut dapat dirasakan di Kabupaten Fakfak. Warga yang berada di bangunan bertingkat dapat merasakan getaran gempa tersebut.

Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami, karena kekuatannya tidak cukup besar untuk membangkitkan perubahan di dasar laut yang dapat memicu terjadi tsunami.

Hingga saat ini belum dilaporkan kerusakan yang timbul akibat gempa bumi yang terjadi di daerah tersebut. (ebk)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PAPUA

Pengungsi Banjir Bandang Sentani Minta Dibuatkan Tempat Tinggal

Published

on

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise.

Zone.co.id, Jayapura – Pengungsi banjir bandang Sentani yang mengungsi di Gedung Olahraga Toware meminta bantuan kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise agar pemerintah membangun rumah layak untuk mereka huni.

“Musibah terjadi, masyarakat Papua menjadi korban. Nanti akan kami bawa ke mana anak-anak kami,” kata Barnabas Salyabu saat berdialog dengan Yohana di Gedung Olahraga Toware, Doyo Lama, Kabupaten Jayapura, Minggu (31/3/2019).

Barnabas mengatakan banjir telah menghanyutkan rumah warga. Dia mengaku belum tahu akan tinggal di mana bersama anak-anaknya setelah rumahnya hanyut.

Hal yang sama juga disampaikan Ester Mabel yang mewakili kaum perempuan. Kepada Yohana, Ester mengatakan banjir telah membuat warga kehilangan sanak saudara dan rumah.

“Kami mengalami trauma. Kami meminta rumah layak huni segera dibangun,” ujarnya.

Sementara itu, Yende Tabuni yang mewakili suara anak-anak pengungsi meminta Yohana melindungi hak-hak anak-anak terutama di bidang pendidikan.

“Anak-anak masih kecil, tidak berdaya saat banjir terjadi,” kata Yende yang aktif mendampingi pemenuhan hak-hak anak Papua itu.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise saat menyerahkan bantuan kepada pengungsi korban banjir bandang Sentani di lokasi pengungsian di Gedung Olahraga Toware, Doyo Lama, Kabupaten Jayapura, Minggu (31/3/2019). (ANTARA/Dewanto Samodro)

Menanggapi permintaan perwakilan pengungsi, Yohana mengatakan fokus Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah pelindungan perempuan dan anak dari kekerasan dan pemberdayaan perempuan.

“Saya akan lanjutkan permintaan pengungsi kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Saya juga akan berkoordinasi dengan Bupati dan Gubernur,” katanya.

Banjir bandang Sentani terjadi pada Sabtu (16/3) pukul 18.00 hingga 23.30 WIT di Distrik Sentani, Distrik Waibu, Distrik Sentani Barat, Distrik Ravenirara, dan Distrik Depapre.

Banjir bandang di wilayah Kabupoten Jayapura dan sekitarnya terjadi akibat hujan deras di wilayah Pegunungan Cycloops yang sudah gundul.

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Jumat (29/3) terdapat 4.763 jiwa atau 963 kepala keluarga yang mengungsi akibat banjir bandang dan luapan Danau Sentani.

Banjir menyebabkan 112 orang meninggal dunia, 2.287 rumah rusak, 59 sekolah rusak, lima jembatan rusak, dua gereja rusak dan tiga kantor pemerintahan rusak. (dew)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PAPUA

20 Jenazah Tak Teridentifikasi Korban Banjir Sentani Dimakamkan Massal

Published

on

Tim DVI Polda Papua sebelumnya menerima 99 kantong jenazah dan dari jumlah tersebut 77 diantaranya sudah diidentifikasi dan diserahkan ke keluarga.

Zone.co.id, Jayapura – Sebanyak 20 jenazah korban banjir bandang yang hingga kini belum bisa teridentifikasi, rencananya akan dimakamkan secara massal pada Rabu (28/3/3029) di Sentani, kata Kabid Dokkes Polda Papua Kombes dr.Ramon Aninam di Jayapura, Selasa (26/3/2019).

Dikatakan, tim DVI Polda Papua sebelumnya menerima 99 kantong jenazah dan dari jumlah tersebut 77 diantaranya sudah diidentifikasi dan diserahkan ke keluarga.

Dari 22 kantong jenazah yang ada, dua diantaranya tidak berisi jasad manusia sehingga hanya 20 kantong jenazah yang berisi jasad manusia namun tidak bisa teridentifikasi.

“Memang benar pada Rabu (28/3/2019), 20 kantong berisi jenazah korban banjir akan dimakamkan secara massal dan saat ini sedang dipersiapkan segala sesuatunya,” kata dr. Ramon.

Banjir bandang yang melanda berbagai wilayah di Kabupaten Jayapura, Sabtu (16/3/2019) menyebabkan 105 orang meninggal dan 94 orang dilaporkan hilang.

Dampak banjir bandang bukan saja dialami warga yang bermukim di kawasan Sentani dan sekitarnya tetapi juga yang bermukim di danau Sentani, akibat air danau meluap dan menggenangi rumah warga.

Saat ini tercatat 11 ribu lebih warga mengungsi di sejumlah tempat pengungsian dan rumah sanak keluarga yang tidak terkena banjir dan dampaknya. (eva)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending