Connect with us

SEKTOR RIIL

Kementerian PUPR Bentuk 34 BP2JK

Published

on

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.

Zone.co.id, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membentuk Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) di 34 provinsi menggantikan Unit Layanan Pengadaan (ULP) dalam upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).

“Dengan unit kerja,sumber daya manusia yang independen dan proses bisnis lebih baik diharapkan proses dan hasil PBJ lebih efektif, efisien, transparan, berkualitas dan akuntabel,” kata kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Dikatakan Basuki, KPK menyatakan bahwa penyimpangan terbesar terjadi pada PBJ dan Kementerian PUPR setiap tahunnya memiliki sekitar 10.000 paket yang dilelangkan.

Selain sebagai pengguna jasa, Kementerian PUPR merupakan pembina jasa konstruksi di Indonesia. “Oleh karenanya kami membentuk BP2JK, unit kerja yang lebih independen di setiap provinsi yang akan melaksanakan PBJ seluruh pekerjaan di Kementerian PUPR. BP2JK juga didukung oleh SDM yang independen karena terpisah dari unit kerja lain,” kata Basuki.

Menteri Basuki menjelaskan sebelumnya PBJ di Kementerian PUPR dilakukan oleh ULP yang diketuai oleh Kepala Balai Besar/Balai Wilayah Sungai (BBWS/BWS)/Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN/BPJN di daerah dengan anggota bersifat adhoc lintas unit organisasi.

Sehingga Balai melaksanakan empat tugas yakni mulai dari merencanakan, melelangkan, melaksanakan dan mengawasi pekerjaan pembangunan infrastruktur. “Kini tugas pelelangan dilakukan oleh BP2JK dibawah Ditjen Bina Konstruksi,” katanya.

Tugasnya diakui menteri sangat berat, karena harus tahan godaan dan intervensi. BP2JK harus memiliki kredibilitas karena menjad wajah Kementerian PUPR. “Oleh karenanya saya mengusulkan kepada Menteri Keuangan bisa diberikan remunerasi khusus untuk BP2JK,” kata Menteri Basuki.

Menteri Basuki meminta BP2JK untuk segera bekerja dengan integritas dan profesionalisme melakukan tender seluruh paket pekerjaan 2019. Kepada Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Pembuat Komitmen, Menteri Basuki menginstruksikan agar ikut berkomitmen menghindari intervensi dalam proses pemilihan.

“Tidak ada kata terlambat untuk melakukan perbaikan meski tahun 2019 adalah tahun terakhir Kabinet Kerja. Saya ingin meninggalkan institusi Kementerian PUPR yang dapat dipercaya, layak diapresiasi dan dibanggakan masyarakat, kata Basuki.

Kementerian PUPR dipercaya membelanjakan anggaran pada tahun 2019 sebesar Rp110,73 triliun. Sebanyak 78 persen atau sebesar Rp89,3 triliun merupakan anggaran kontraktual. Sebanyak 8.777 paket menggunakan PBJ yang akan dilakukan oleh BPPJK.

Rinciannya 2.948 paket senilai Rp46 triliun sudah kontrak, sebanyak 3.472 paket senilai Rp21,5 triliun proses lelang, dan 2.357 paket senilai Rp21,1 triliun belum lelang. (ahm)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

SEKTOR RIIL

Garuda Bukukan Laba Bersih 19,7 Juta Dolar AS

Published

on

Garuda Indonesia Group membukukan laba bersih senilai 19,7 juta dolar AS.

Zone.co.id, Jakarta – Garuda Indonesia Group membukukan laba bersih senilai 19,7 juta dolar AS selama kuartal 1 – 2019 atau tumbuh signifikan dari rugi 64,3 juta dolar AS di kuartal 1 – 2018 .

Direktur Keuangan Garuda Indonesia Fuad Rizal dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (18/4/2019), mengatakan pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan usaha perseroan yang tumbuh sebesar 11,9 persen menjadi 1,09 miliar dolar AS.

Kinerja positif tersebut turut ditunjang oleh lini pendapatan layanan penerbangan berjadwal sebesar 924,9 juta dolar AS atau tumbuh sebesar 11,6 persen dibandingkan periode yang sama di kuartal 1 – 2018.

Selain itu, perseroan juga mencatatkan pertumbuhan signifikan pada kinerja pendapatan tambahan ancillary revenue dan pendapatan anak usaha lainnya sebesar 27,5 persen dengan pendapatan mencapai 171,8 juta dolar AS.

“Catatan kinerja positif yang berhasil dicapai Garuda Indonesia Group di Kuartal 1 -2019 ini tidak terlepas dari komitmen bersama seluruh lini usaha Garuda Indonesia Group dalam menciptakan sinergi dan terus melakukan perbaikan proses bisnis namun tetap mengutamakan keselamatan,” kata Fuad.

Selain itu, lanjut dia, peningkatan kinerja perseroan turut didukung oleh program efisiensi dan efektivitas yang berkelanjutan, optimalisasi aspek struktur biaya, penyusunan kapasitas pada produksi sesuai permintaan sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih terukur dan beban pengeluaran avtur juga dapat ditekan.

Lebih lanjut, Garuda Indonesia Group juga melakukan upaya renegosiasi biaya pembelian (leasing) armada secara berkelanjutan yang berhasil menekan biaya leasing pesawat hingga 30 persen atau setara dengan 60 juta dolar AS.

“Di tengah tren kinerja industri penerbangan di kuartal I yang cenderung tertekan mengingat fase kuartal I merupakan fase musim sepi angkutan transportasi udara, Garuda Indonesia Group mempertahankan kinerja secara positif menyusul capaian kinerja yang solid di tahun kinerja 2018, khususnya pada kuartal 4 – 2018,” ujar Fuad. (jtr)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

Pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan Diapresiasi

Published

on

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto.

Zone.co.id, Jakarta – Pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) diapresiasi banyak pihak karena mampu memberikan beragam manfaat bagi kebutuhan masyarakat desa yang sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan produktivitas dan mendorong pemerataan ekonomi nasional.

“Kementerian Perindustrian bertekad untuk terus mendorong pengembangan dan pemanfaatan AMMDes secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga menggenjot produktivitas dan kesejahteraan masyarakat desa dalam upaya menciptakan kemandirian industri dan ketahanan ekonomi nasional,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto lewat keterangannya di Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Menurut Menperin, sejak diluncurkan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo pada Agustus 2018, pengembangan AMMDes mencapai perkembangan yang luar biasa dan telah memasuki tahap produksi massal serta terbukti mampu memenuhi berbagai kebutuhan produksi dan peningkatan ekonomi masyarakat di pedesaan.

“AMMDes telah diproduksi massal dengan pengembangan beragam aplikasi untuk pertanian, perkebunan, perikanan, kesehatan, hingga tanggap darurat bencana. Bahkan, bisa menjadi unit usaha,” tutur Airlangga.

Beberapa unit AMMDes diaplikasikan pada berbagai bidang, seperti yang dilengkapi dengan alat perontok padi, penjernih air, pembuat es serpihan, pengolah kopi, pemoles beras, generator listrik, pascapanen pisang, dan ambulance feeder.

Pada penyelenggaraan The 2nd AMMDes Summit and Exhibition di ICE BSD City, Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu, Siti Kamarijah ketika menjadi narasumber mewakili Direktorat Pengelolaan Sumber Daya Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan apresiasi terhadap pengembangan AMMDes yang dapat dimanfaatkan oleh para nelayan.

“Kami melihat AMMDes sangat mendukung kegiatan nelayan, seperti untuk penangkapan ikan. Sebab, mereka membutuhkan perbekalan air bersih dan es. Ini merupakan kebutuhan vital yang biasanya wajib mereka bawa, karena untuk menjaga mutu hasil tangkapannya,” papar Siti.

Keberadaan AMMDes yang dilengkapi dengan aplikasi penjernih air dan pembuat es serpihan diyakini akan mendongkrak nilai penjualan ikan karena kualitasnya dapat terjaga dengan baik.

“Ini yang tentunya bisa menguntungkan bagi nelayan. Bahkan, AMMDes dapat menumbuhkan unit usaha baru bagi komunitas atau koperasi nelayan,” imbuhnya.

Sementara itu, Fiitri Suciani dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan kebanggaannya tehadap AMMDes sebagai karya anak bangsa yang bisa digunakan ketika kondisi darurat atau pascabencana.

Contohnya, AMMDes penjernih air yang telah dimanfaatkan bagi para penyintas gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, pada akhir tahun lalu.

“AMMDes tersebut memang sangat dibutuhkan, khususnya di lokasi-lokasi yang air bersihnya sangat terbatas seperti waktu itu di Palu, Sigi, dan Donggala. Apalagi, air bersih sangat vital untuk menunjang segala aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, Fitri berharap, Kemenperin dan BNPB berkerja sama dalam pengembangan AMMDes sebagai alat multifungsi untuk tanggap bencana.

Selanjutnya, Muhamad Farid selaku Pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) Magaya Pura di Sigi, Sulteng, mengaku telah merasakan manfaat dari kehadiran AMMDes penjernih air.

“AMMDes penjernih air sangat bermanfaat bagi kami sebagai masyarakat yang terkena dampak bencana. Dalam kondisi tersebut, masyarakat memang sangat membutuhkan air bersih,” ungkapnya.

AMMDes penjernih Air mampu memenuhi kebutuhan air bersih untuk tujuh desa.

“Kami memperoleh satu unit dari Kemenperin. Sampai saat ini, masih berproduksi. Jadi, setiap hari keliling untuk tujuh desa. Pengoperasinnya sangat mudah. Karena kami juga sudah mendapatkan pelatihan dari Kemenperin untuk menguasainya,” ucap Farid. (spg)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

Menperin Sebut Empat Hal Penting Implementasikan Industri 4.0

Published

on

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto.

Zone.co.id, Jakarta – Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyebut empat hal penting dalam implementasi Industri 4.0, yaitu pemanfaatan teknologi, investasi, ketersediaan teknologi yang mendukung, dan pendidikan yang ditransformasi untuk memberikan pelatihan kembali bagi SDM industri.

“Terakhir, inovasi itu sendiri karena merupakan kunci Industri 4.0. Untuk itu, Kemenperin sudah melakukan MoU dengan Fraunho
fer Jerman dan National Research Center di Korea Selatan sehingga pelaku industri di Indonesia bisa masuk dalam level yang sama dengan negara-negara lain,” kata Menperin lewat keterangannya di Jakarta, Kamis.

Airlangga menambahkan penerapan Making Indonesia 4.0 diharapkan dapat mendorong industri Tanah Air sehingga mampu tampil maksimal di mata dunia, mengingat Indonesia merupakan official partner country di Hannover Messe 2020.

Indonesia akan menjadi partner country pertama dari ASEAN bagi pameran yang menjadi induk pameran industri di Eropa, sekaligus tempat kelahiran Industri 4.0.

“Pameran ini berpeluang menjadi show case kemampuan industri Indonesia, terutama untuk menarik investasi maupun untuk membuka pasar ekspor bagi Indonesia. Kita juga memperoleh dukungan Pemerintah Jerman untuk mempromosikan Indonesia di pasar global,” tegasnya.

Airlangga juga berharap sebagai partner country Hannover Messe 2020, Indonesia dapat mempercepat adopsi teknologi serta membuka kesempatan industri Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan industri elektronika di dalam negeri.

“Selain itu juga bisa membangun innovation center termasuk mengembangkan klaster Silicon Valley di Indonesia yang salah satu prototipenya sudah ada di Serpong,” terangnya.

Menperin menyampaikan salah satu langkah selanjutnya yang ditempuh Kemenperin adalah membangun innovation center yang setara dengan digital capability center di Singapura, bekerja sama dengan penyedia teknologi, penyedia piranti lunak (tier 2) serta industri yang siap menjadi pionir.

“Ada sekitar 20 perusahaan Indonesia yang menjadi anggota digital capability center di Singapura, artinya sudah banyak yang siap masuk era Industri 4.0,” paparnya. (spg)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending