Connect with us

JAWA TIMUR

Jalur Piket Nol Belum Bisa Dilalui Kendaraan Roda Empat

Published

on

Kendaraan roda empat atau lebih masih belum bisa melewati jalur Piket Nol karena masih ada material longsor yang belum dibersihkan dan papan pengumuman itu dipasang di sejumlah titik.

Zone.co.id, Lumajang – Jalur Piket Nol yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dengan Malang, Jawa Timur masih belum bisa dilalui oleh kendaraan roda empat atau lebih karena material longsor masih berada separuh badan jalan dan hanya kendaraan roda dua yang bisa melewatinya secara bergantian, pada Jumat (22/3/2019).

“Jalur Piket Nol sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dengan cara bergantian, namun masyarakat diimbau harus tetap hati-hati dan mengutamakan keselamatan, serta mengikuti arahan pemandu jalur,” kata Plt Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Wawan Hadi Siswoyo di Lumajang.

Jalur selatan yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dan Malang ditutup total karena tebing di Piket Nol longsor atau tepatnya di kilometer (KM) 57 yang berada di Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang dengan volume material longsor setinggi 5 meter, panjangnya 20 meter, dan lebarnya 6 meter pada Kamis (21/3/2019).

“Terdapat kendaraan roda empat yang masih masuk ke jalur Piket Nol karena tidak membaca pemberitahuan dan TRC-PB sudah mengimbau untuk menggunakan jalur alternatif lain. Setelah ditelusuri, ternyata pengemudi melewati jalan Yosowilangun-Kunir-Tempeh, kemudian tidak ada tulisan imbauan tidak melewati Piket Nol di titik tersebut,” katanya.

Untuk itu, lanjut dia, petugas TRC-PB BPBD Lumajang memberikan papan pengumuman bahwa kendaraan roda empat atau lebih masih belum bisa melewati jalur Piket Nol karena masih ada material longsor yang belum dibersihkan dan papan pengumuman itu dipasang di sejumlah titik.

“Petugas memasang rambu-rambu longsor di pertigaan patung salak, kemudian untuk penempatan rambu-rambu yang kurang bertempat di pertigaan lampu merah Njarit dan pertigaan lampu merah Tempeh arah Yosowilangun – Kunir -Tempeh, sehingga jalur Piket Nol masih ditutup untuk kendaraan roda empat,” ujarnya.

Wawan menjelaskan sebanyak empat alat berat diturunkan untuk membersihkan material longsor di tebing KM 57 Piket Nol, agar akses jalur selatan yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dengan Malang tersebut dapat kembali normal.

Informasi yang dihimpun di lapangan, banyak kendala yang dihadapi tim gabungan saat membersihkan material longsor yakni volume longsoran berupa batu yang sangat besar dan hujan yang mengguyur di wilayah setempat dikhawatirkan terjadi longsor susulan yang dapat membahayakan petugas yang membersihkan material longsor. (zum)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

JAWA TIMUR

Sunset Policy III Kota Malang Bukukan PAD Rp6,8 Miliar

Published

on

Sunset Policy ini juga memberi kesadaran baru pada masyarakat supaya mereka tidak perlu menutupi atau merahasiakan kepemilikan asetnya dari jangkauan instansi pajak.

Zone.co.id, Malang – Program pemutihan andalan yang menjadi percontohan nasional, Sunset Policy III Kota Malang resmi berakhir dan program penghapusan denda pajak bumi dan bangunan (PBB) ini mampu membukukan pendapatan Rp6,8 miliar lebih dari 10.468 wajib pajak (WP).

“Alhamdulilah program ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh warga Kota Malang. Semoga dalam penerapannya tepat sasaran dan ke depan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memenuhi kewajiban perpajakannya,” kata Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang Ade Herawanto di Malang, Jawa Timur, Kamis (2/5/2019).

Sunset Policy III resmi diluncurkan oleh Wali Kota Malang Sutiaji bersamaan giat Jalan Sehat Arema Sadar Pajak V pada 25 November 2018 dalam rangka Hari Pahlawan dan berakhir saat Jalan Sehat Arema Sadar Pajak VI dalam rangka memperingati HUT ke-105 Kota Malang.

Dengan memanfaatkan program Sunset Policy, para WP PBB Perkotaan mendapat keringanan berupa penghapusan sanksi administrasi atau denda atas keterlambatan pelunasan PBB yang belum terbayar sejak1990-an hingga kurun waktu 2018.

Realita yang ada di lapangan, banyak masyarakat kecil alias kalangan bawah yang menunggak PBB sejak 1990-an dan kesulitan membayar denda sebesar 2 persen per bulan.

Ade mengatakan selain menambah pemasukan pajak daerah secara riil, Sunset Policy juga mampu meningkatkan potensi pendapatan PBB di masa yang akan datang, karena kebijakan ini menstimulasi para pemilik aset untuk memanfaatkan masa keringanan pajak.

Implikasinya, kata Ade, aset yang selama ini seperti tidak bertuan menjadi diketahui pemiliknya. Ke depan, mereka juga akan membayar kewajiban perpajakannya dengan lebih tertib karena tidak terbebani tunggakan.

“Seperti dalam gerakan olahraga tinju, gerakan kombinasi waving and footwork, kita bisa mundur selangkah untuk kemudian maju dua atau tiga langkah,” kata Ade.

Ade menambahkan Sunset Policy ini juga memberi kesadaran baru pada masyarakat supaya mereka tidak perlu menutupi atau merahasiakan kepemilikan asetnya dari jangkauan instansi pajak karena pada akhirnya, jumlah pembayaran akan terakumulasi berikut dendanya.

“Jika selama ini masih banyak WP yang tidak terpantau alamat dan objek pajaknya, sekarang dapat terlacak sehingga tahun-tahun berikutnya mereka akan menjadi WP yang aktif dan taat pajak,” tutur Ade.

Dari dua edisi sebelumnya, program Sunset Policy berhasil menghimpun dana sekitar Rp2 miliar dari 6.834 WP, dengan rincian pada penyelenggaraan Sunset Policy I yang digeber dalam rangka HUT ke-71 Proklamasi Kemerdekaan RI pada 2016, jumlah SPPT yang dibayar 4.928 dengan realisasi pembayaran Rp1,5 miliar.

Selanjutnya, pada Sunset Policy II yang digeber dalam rangka Peringatan HUT ke-103 Kota Malang 2017, jumlah SPPT yang dibayar mencapai 2.383 dengan realisasi pembayaran Rp587.254.343.

Atas capaian tersebut, program Sunset Policy dari BP2D Kota Malang mendapat apresiasi khusus dari Kementerian Keuangan RI dan dijadikan salah satu contoh bagi daerah-daerah lain dalam program penanganan terhadap tunggakan piutang pajak daerah.

Bahkan, pada Desember 2018, tim Widyaiswara Pusdiklat KNPK-Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kemenkeu hadir langsung ke Kantor BP2D Kota Malang untuk melakukan wawancara dan take video yang materinya akan dijadikan acuan pembelajaran dan contoh edukasi perpajakan bagi daerah lain se-Tanah Air.

“Sunset Policy ini sudah pasti layak diapresiasi tinggi, karena yang dilakukan Pemkot Malang merupakan kebijakan yang memudahkan masyarakat untuk memenuhi kewajiban perpajakan daerahnya,” kata Arvan Carlo Djohansjah, Widyaswara Ahli Madya yang memimpin tim ke Malang.

Menurutnya, tidak banyak daerah di Indonesia yang bisa menerapkan kebijakan ini dengan baik. “Parameter dari nilai baik cukup banyak, seperti respons positif dari masyarakat, penerimaan yang terukur, penyampaian yang komprehensif dan banyak lagi. Dan BP2D Kota Malang melakukannya dengan sangat baik,” paparnya.

Arvan menambahkan program Sunset Policy ini diharapkannya bisa memberi edukasi signifikan kepada masyarakat, bukan hanya di Kota Malang namun juga seantero Indonesia dalam hal memenuhi kewajiban perpajakan daerah.

“Ke depan agar makin terintegrasi dan lebih baik lagi serta mencakup jenis pajak lain. Harapannya kebijakan ini bisa diaplikasikan oleh daerah-daerah lain di Indonesia,” ucapnya. (end)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JAWA TIMUR

Citilink Mulai Beroperasi di Bandara Notohadinegoro Jember

Published

on

Citilink mulai beroperasi di Bandara Notohadinegoro Kabupaten Jember, Jawa Timur, dengan rute Surabaya-Jember.

Zone.co.id, Jember – Maskapai penerbangan nasional Citilink mulai beroperasi di Bandara Notohadinegoro Kabupaten Jember, Jawa Timur, dengan rute Surabaya-Jember pada Minggu (28/4/2019).

“Alhamdulilillah hari ini penerbangan perdana Citilink berjalan lancar di Bandara Notohadinegoro Jember menggantikan maskapai Garuda Indonesia,” kata Kepala Bandara Notohadinegoro Edy Purnomo di Kabupaten Jember.

Menurut dia, okupansi penumpang Citilink dalam penerbangan perdana di bandara yang berada di Kecamatan Ajung tersebut sebanyak 50 persen dari jumlah 72 kursi yang tersedia dalam maskapai tersebut.

“Maskapai Citilink tidak terbang setiap hari di Bandara Notohadinegoro, namun hanya empat kali dalam sepekan yakni hari Minggu, Senin, Rabu, dan Jumat,” katanya.

Dengan demikian, lanjut dia, ada dua maskapai yang beroperasi di Bandara Jember yakni Wings Air dan Citilink yang menggantikan maskapai Garuda Indonesia yang berhenti beroperasi sejak 9 Maret 2019.

“Mudah-mudahan dengan beroperasinya maskapai Citilink di Bandara Notohadinegoro dapat meningkatkan okupansi penumpang yang menggunakan jasa penerbangan udara dari Jember menuju ke Surabaya atau sebaliknya,” katanya.

Jadwal penerbangan Citilink dari Bandara Juanda Surabaya menuju Bandara Notohadinegoro Jember pada pukul 11.45-12.45 WIB, kemudian sebaliknya dari Bandara Jember menuju Surabaya pukul 13.15-14.15 WIB.

Sebelumnya Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan penerbangan Garuda rute Surabaya-Jember-Surabaya dialihkan dengan menggunakan maskapai Citilink karena rute tersebut dinilai masih cukup bagus untuk moda transportasi udara.

“Kami berharap penumpang yang biasanya menggunakan Garuda Indonesia dengan rute Surabaya-Jember bisa beralih menikmati maskapai Citilink di Bandara Notohadinegoro Jember,” katanya.

Sebelum Citilink, pesawat Garuda Indonesia menerbangi rute Jember-Surabaya sejak 16 Juli 2014 dengan menggunakan pesawat jenis ATR 72-600 yang berkapasitas hingga 70 penumpang dengan frekuensi penerbangan setiap hari.

Kemudian Garuda mengurangi jumlah frekuensi penerbangan karena “low demand” menjadi empat kali dalam sepekan, dan menghentikan operasionalnya sejak 9 Maret 2019. (zum)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JAWA TIMUR

Polisi Tangani Kecelakaan di Tol Madiun-Nganjuk, Lima Meninggal

Published

on

Kecelakaan itu juga mengakibatkan kendaraan rusak berat. Untuk Hiace rusak bagian depan sedangkan truk rusak bagian lampu belakang sebelah kanan.

Zone.co.id, Nganjuk – Aparat Kepolisian Resor Nganjuk, Jawa Timur, menangani kecelakaan antara truk tronton dengan mobil Toyota Hiace di KM 638.400 jalur A Tol Madiun – Nganjuk, hingga menyebabkan lima orang meninggal dunia.

Kanit Laka Lantas Polres Nganjuk Ipda Sugino, Jumat (26/4/2019) mengemukakan kecelakaan itu terjadi dari mobil Toyota dengan nomor polisi H 1138 VS melaju dari dari barat ke timur. Sesampai KM 638.400 jalur A, mobil tersebut menabrak dari belakang truck tronton dengan nomor polisi L 9888 UG tersebut.

“Dari hasil analisa kami, semula kendaraan Toyota ini berjalan di lajur kiri kecepatan 90-100km/jam. Di depannya juga melaju truk tronton tersebut. Kecelakaan ini terjadi diduga karena pengemudi mengantuk dalam perjalanan dari Yogyakarta tujuan Jombang,” katanya di Nganjuk, Jumat (26/4/2019).

Kejadian kecelakaan tersebut di jalan tol Madiun-Nganjuk, pada Jumat dini hari. Truk tersebut disopiri oleh M Khamdi (34), warga Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara dengan kenek bernama Wahyu Utomo Sujarwoko, yang masih satu desa dengan sopir truk tersebut.

Sedangkan mobil tersebut dikemudikan oleh Zuhdi Fikri (24), warga Nganjuk. Ia meninggal dunia dalam kejadian kecelakaan tersebut. Selain itu, ada empat orang yang juga meninggal dunia, yakni Badiatul Muawiyah (22), warga Sumenep, Madura, Syamsul Huda (23), warga Palembang, Agustia Ningsih (22), warga Pontianak dan Sulaimatul Azizah (22), Palembang.

Selain itu, juga terdapat sejumlah penumpang yang mengalami luka-luka, di antaranya Nur Irfa Maaliyah (22), warga Subang, Jawa Barat, Fitriana Dewi (25), warga Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Bilqis Fatimatus A (22), warga Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Miftahul Binti W (22), warga Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri dan Miftahul Mulya (22), warga Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri.

Dalam insiden kecelakaan itu, juga terdapat penumpang yang berhasil selamat, yakni Yusuf Yusian (22), warga Kanciran, Kendal, Jawa Tengah. Sehingga secara total, ada lima orang meninggal, lima orang luka-luka serta seorang berhasil selamat.

Kecelakaan itu juga mengakibatkan kendaraan rusak berat. Untuk Hiace rusak bagian depan sedangkan truk rusak bagian lampu belakang sebelah kanan.

Petugas mendatangi lokasi kejadian dengan pihak pengelola Tol JNK (Derek dan Patroli) dan langsung menolong korban dengan membawa mereka ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk.

“Petugas juga sudah mengamankan arus lalu lintas di lokasi kejadian, olah TKP, serta meminta keterangan sejumlah saksi. Kendaraan juga dievakuasi,” kata dia. (asm)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending