Connect with us

BEAUTY

Riasan Anti Pucat saat Bulan Ramadhan

Published

on

Agar Makeup tidak terlihat pucat, penggunaan blush on adalah hal yang paling penting dilakukan oleh para perempuan di bulan Puasa.

Zone.co.id, Jakarta – Ketika menjalankan puasa, wajah akan cenderung lebih pucat dari biasanya. Agar tetap terlihat segar sepanjang hari, Anda bisa menyiasatinya dengan riasan sederhana.

Archangela Chelsea seorang makeup artist professional membagi tips riasan untuk bulan Ramadhan agar tidak terlihat pucat. Menurut Chelsea, penggunaan blush on adalah hal yang paling penting dilakukan oleh para perempuan di bulan Puasa.

Blush on yang dipulaskan pada pipi akan membuat tampilan wajah terlihat lebih segar. Sedangkan untuk warnanya, Anda bisa menyesuaikan dengan warna kulit.

“Kalau Puasa harus pakai blush on, enggak boleh ketinggalan itu. Karena kalau puasa kan wajah cenderung terlihat pucat. Blush on juga berfungsi untuk mencerahkan wajah biar enggak kelihatan sayu,” kata Chelsea di Jakarta beberapa waktu lalu.

Selain itu, Chelsea juga menyarankan untuk menggunakan eyeliner. Menurutnya, eyeliner dapat menciptakan tampilan mata yang lebih hidup sehingga akan menyempurnkan tampilan secara keseluruhan.

“Mata pakai eyeliner, tipis aja atau pakai alis atau maskara juga boleh. Yang penting mata terlihat lebih hidup, muka enggak pucat,” jelas perempuan yang pernah merias lebih dari 50 artis Hollywood itu.

Sebagai penutup, jangan lupa untuk menggunakan lipstik dengan kandungan pelembab yang tinggi. Namun jika lebih senang dengan warna bibir asli, Anda bisa menggunakan lip gloss agar bibir terlihat sehat.

“Kalau mau pakai lipstik, cari yang moist (lengkap dengan kandungan moisturizer) banget atau pakai lip gloss. Ini kan biar bibir enggak terlihat pecah-pecah, untuk melembabkan sepanjang hari juga,” ujarnya. (mar)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

BEAUTY

Membedakan Enam Jenis Kulit Wajah, Anda Masuk yang Mana?

Published

on

Ciri-ciri kulit wajah sehat yang sehat, adalah memiliki tekstur kulit yang lembut, halus dan juga saat diusap dengan jemari, tidak bersisik dan memiliki kelembaban yang cukup.

Zone.co.id, Jakarta – Sebelum membeli produk perawatan, baiknya mengetahui lebih dulu jenis kulit Anda agar tidak menimbulkan iritasi.

Setidaknya ada empat jenis kulit yang tertera pada label sebuah produk yakni berminyak, kering, normal dan kombinasi. Berdasarkan artikel yang dilansir Huffpost, Rabu (22/5/2019), ada enam jenis kulit wajah yang perlu Anda ketahui.

1. Kulit berminyak

Kulit berminyak adalah salah jenis kulit yang paling mudah dikenali. Menurut Dr. Elena Poulos, seorang dokter kulit di Toronto, indikatornya dapat dengan mudah diketahui setelah mencuci wajah. Selain itu, seseorang yang memiliki kulit berminyak dalam satu atau dua jam, wajahnya akan tampak mengkilap meski tidak menggunakan pelempab khususnya pada bagian dahi, tengah hidung dan dagu.

2. Kulit kering

Orang yang memiliki kulit kering cenderung merasa kulitnya sangat kencang setelah mencuci wajah apalagi jika tidak memberikan pelembab dalam satu atau dua jam setelah pembersihan khususnya pada bagian sekitar mata dan mulut.

Kulit kering tidak sama dengan dehidrasi kulit. Kulit yang kering diakibatkan karena kurangnya minyak pada kulit. Sedangkan dehidrasi kulit disebabkan kekurangan air, misalnya setelah melakukan perjalanan dengan pesawat.

3. Kulit berjerawat

Jerawat bukanlah masalah yang terjadi pada remaja. Kulit yang cenderung berjerawat, cenderung lebih mudah tersumbat karena minyak yang lebih tebal yang dapat terperangkap di bawah folikel dan tidak dapat muncul ke permukaan. Kulit berjerawat juga akan memiliki jerawat secara teratur, bukan pada masa tertentu saja.

4. Kulit sensitif

Kulit sensitif biasanya ditandai oleh bagaimana ia bereaksi terhadap produk perawatan dan faktor-faktor seperti sinar UV matahari. Bila Anda menderita alergi musiman, mengalami eksim atau menderita asma, kemungkinan kulit Anda sensitif.

5. Kulit kombinasi

Kulit kombinasi biasanya merujuk pada kulit yang sedikit berminyak di area T-zone dan kering pada bagian lainnya. Namun Dr. Poulos juga mencatat bahwa kulit kombinasi bisa berupa yang berjerawat dan sensitif di waktu yang bersamaan atau rawan jerawat dan kering. Pasa kasusnya setiap orang memiliki kombinasi yang berbeda.

6. Kulit normal

Dalam dunia perawatan kulit dan dermatologi, kulit normal mengacu pada kulit yang tidak mengalami segala jenis kondisi kulit yang berlebihan. Dengan kata lain, Anda tidak akan mengalami wajah yang terlalu kering, berminyak dan tidak selalu berjerawat.

Jenis kulit normal memiliki keseimbangan minyak dan kelembaban yang tinggi. Ini berarti bahwa kulit Anda mungkin terasa cukup netral. Orang berkulit normal juga cenderung memiliki pori-pori yang terlihat lebih kecil daripada mereka yang berminyak. (alv)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BEAUTY

Dampak Buruk Kecanduan Ponsel untuk Kulit Jerawat Hingga Penuaan Dini

Published

on

Layar ponsel memiliki banyak kuman yang bisa menyebabkan jerawat dan bisa merusak pola tidur dan (insomnia).

Zone.co.id, Jakarta – Anda mungkin akan lebih rajin membersihkan smartphone Anda ketika tahu jika gawai favorit berbagai kalangan itu bisa menyebabkan berbagai masalah kulit, termasuk penuaan dini.

Divya Mehta, founder label perawatan kulit Epique Labs seperti dilansir Indian Express mengungkapkan ada lima masalah kulit akibat “kecanduan” menggunakan ponsel, seperti dermatitis, keriput dini, pigmentasi dan jerawat, lingkaran hitam dan kulit kusam.

Berikut paparan Mehta soal kelima masalah kulit tersebut berikut solusinya :

Dermatitis

Dermatitis merupakan peradangan pada kulit. Studi terbaru menunjukkan memegang smartphone terlalu dekat dengan kulit menyebabkan pembengkakan, kemerahan, gatal, atau melepuh di dekat tulang pipi, telinga, rahang, atau tangan.

Logam seperti nikel dan kromium yang terdapat pada smartphone bertanggung jawab untuk ini.

Solusinya : Gunakan perangkat handsfree seperti headset, bluetooth atau letakkan ponsel Anda pada mode speaker kapan pun Anda bisa, untuk menghindari kontak langsung dengan kulit.

Pigmentasi kulit dan jerawat

Smartphone cenderung menjadi hangat setelah digunakan dalam waktu lama. Ketika perangkat ini menjadi hangat, maka cenderung mengganggu produksi melanin normal kulit Anda, menyebabkan bintik-bintik gelap dan warna kulit yang tidak merata dalam jangka panjang.

Juga, karena telepon tidak bebas kuman. Kuman di gawai Anda bisa berpindah ke wajah dan menyebabkan kulit berjerawat.

Solusinya : Coba dan batasi lama panggilan. Jika itu tidak memungkinkan, ingatlah untuk selalu bergantian menerima telepon antara telinga kanan dan kiri. Cara ini akan membantu mengurangi terjadinya bintik hitam.

Selain itu, bersihkan ponsel Anda setiap hari menggunakan pembersih anti-bakteri dan ingatlah untuk menjaga kebersihannya sebelum bertukar ponsel dengan orang lain juga.

Ritual malam dan lingkaran hitam mata

Salah satu ritual malam, menjelang tidur, yang kerap orang lakukan adalah memeriksa unggahan Facebook terbaru, komentar di Twitter atau Instagram via ponsel. Ingatlah, saat mata Anda melihat layar yang terang di ruangan gelap terlalu lama, otak lebih sulit untuk bersantai dan masuk ke mode tidur.

Akibatnya, timbul lingkaran hitam di sekitar mata

Solusinya : Sebaiknya jauhkan smartphoe dan tak menyentuhnya setelah makan malam. Alih-alih masuk ke media sosial, luangkan waktu satu jam untuk bersantai.

Kulit kusam

Paparan cahaya biru dari ponsel sebelum tidur buruk bagi kesehatan. LED biru yang dipancarkan smartphone tidak hanya melepaskan radiasi non-ion tetapi juga mengganggu siklus tidur alami tubuh Anda.

Selain masalah kesehatan lainnya, kurang tidur bisa menyebabkan keseimbangan jumlah air yang buruk dalam tubuh, sehingga mengakibatkan kulit kusam serta kerutan yang lebih terlihat.

Solusinya : Tidur yang cukup dan berkualitas baik penting untuk kesehatan secara keseluruhan, termasuk kesehatan kulit Anda.

Keriput

Saat ini usia bukanlah satu-satunya faktor yang bertanggung jawab pada munculnya keriput. Bahkan, orang berusia 20-an sudah mulai mengeluhkah kondisi ini di sekitar mata.

Menurut Mehta, terus-menerus menatap layar kecil dan memicingkan mata untuk membaca huruf kecil dapat menyebabkan kerutan di sekitar area leher atau daerah di bawah dagu, uga kerutan vertikal di antara kedua alis.

Solusinya: Para ahli menyarankan Anda memegang smartphone setinggi mata dan menambah ukuran font untuk menghindari masalah kulit ini. Selain itu, gunakan krim mata dengan aplikator pendingin untuk membantu mata rileks, juga krim pengencang kulit guna meningkatkan elastisitas dan produksi kolagen. (hep)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BEAUTY

Hati-Hati Cari Lipstik agar Bibir Tidak Menghitam

Published

on

Salah satu pertanda lipstik yang berisiko menghitamkan bibir adalah lipstik yang membuat bibir kering, bahkan hingga kulitnya mengelupas.

Zone.co.id, Jakarta – Lipstik dapat membuat penampilan lebih mencolok dan menarik, tapi Anda harus berhati-hati saat memilih pemulas bibir yang tepat untuk menghindari risiko warna bibir menjadi lebih gelap.

Tipe lipstik yang berisiko membuat bibir jadi menghitam adalah lipstik jenis matte, kata make up artist Laneige Chusfatun Chasanah.

“Pemakaian terus menerus, bukan yang sesekali, bisa membuat bibir jadi hitam,” kata Chusfatun di acara Laneige Beauty in Ramadhan, Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Namun tidak semua lipstik matte berpotensi membuat bibir jadi menghitam. Chusfatun mengatakan salah satu pertanda lipstik yang berisiko menghitamkan bibir adalah lipstik yang membuat bibir kering, bahkan hingga kulitnya mengelupas.

Lipstik yang terlalu tahan lama juga tidak disarankan untuk kesehatan bibir.

“Lipstik yang enggak hilang-hilang warnanya dalam waktu lama, bahkan saat kita makan, itu berarti kandungan kimianya banyak,” kata dia.

Sudah terlanjur? Jangan terlalu khawatir karena masih ada solusi yang bisa diterapkan untuk mengembalikan kesehatan kulit.

Pakailah produk-produk pelembab bibir secara rutin seperti pelembab atau lip mask yang bisa mengangkat sel kulit mati juga mengembalikan warna jadi alami. (nan)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending